Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Hari Senin (5/5/2025) untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp1.905.000 per gram.
Harga emas Antam itu mulai menguat lagi Rp3.000 dibandingkan hari Minggu (4/5/2025) sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp1.754.000 per gram.
Harga buyback itu juga ikut menanjak Rp3.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 gram Rp1.002.500
- Emas 1 Gram Rp1.905.000
- Emas 2 gram Rp3.750.000
- Emas 3 gram Rp5.60.000
- Emas 5 gram Rp9.300.000
- Emas 10 gram Rp18.545.000
- Emas 25 gram Rp46.237.000
- Emas 50 gram Rp92.395.000
- Emas 100 gram Rp184.712.000
- Emas 250 gram Rp461.515.000
- Emas 500 gram Rp922.820.000
- Emas 1.000 gram Rp1.845.600.000
Harga Emas Dunia Mulai Naik
Harga emas dunia kembali diperdagangkan di zona hijau pada awal pekan ini, dengan logam mulia tersebut berada di sekitar level USD3.245 per troy ounce selama sesi perdagangan Asia pada Senin pagi.
Seperti dilansir dari Fxstreet, sentimen pasar yang dipengaruhi kekhawatiran resesi di Amerika Serikat serta ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok mendorong investor untuk kembali melirik aset safe haven seperti emas.
Kementerian Perdagangan Tiongkok mengungkapkan bahwa Beijing sedang mempertimbangkan tawaran dari Washington untuk mengadakan perundingan terkait tarif impor, menyusul kebijakan tarif 145 persen yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Makin Murah, Saatnya Beli?
Namun, perkembangan menuju kesepakatan tampak masih jauh dari kata sepakat. Dalam pernyataan terbarunya, Trump tidak memberikan kepastian mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan pekan ini dan hanya mengatakan "mungkin" akan ada.
Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi ini mendorong arus masuk ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas. Logam mulia ini kerap dipandang sebagai pelindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang, serta menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global.
Faktor lain yang turut mendorong penguatan harga emas adalah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Juni mendatang. Meski laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan angka yang relatif solid, analis tetap memperkirakan ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya dalam beberapa bulan ke depan.
"Laporan ketenagakerjaan tidak banyak menimbulkan keraguan bahwa FOMC akan mempertahankan suku bunga minggu ini, dan standar untuk pemangkasan kini bahkan lebih tinggi untuk bulan Juni," kata Michael Feroli, Kepala Ekonomi AS di JPMorgan.
Data Nonfarm Payrolls (NFP) untuk bulan April menunjukkan kenaikan sebesar 177 ribu pekerjaan, melampaui ekspektasi pasar sebesar 130 ribu. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan revisi data bulan Maret yang menunjukkan kenaikan 185 ribu pekerjaan.
Tingkat pengangguran tetap stabil di level 4,2 persen, sementara rata-rata penghasilan per jam juga tidak berubah, bertahan di 3,8 persen secara tahunan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun