Bisnis / Keuangan
Senin, 05 Mei 2025 | 16:48 WIB
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih terus melanjutkan reli penguatannya di akhir perdagangan pada Senin, 5 Mei 2025.

Mengutip data RTI Business, IHSG berakhir di level 6.831 atau naik 16,22 poin atau 0,24 persen.

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 21,42 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp10,5 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,18 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 346 saham bergerak naik, sedangkan 257 saham mengalami penurunan, dan 201 saham tidak mengalami pergerakan.

Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, JATI, SOLA, OPMS, SMBR, LMPI MBMA, DOOH, INKP, BBKP, CGAS, serta KLBF.

Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, NINE, KOBX, UNTD, LEAD, KBLV, CYBR, SOFA, SIFO, DWGL, ERTX, HILL.

Sesuai Proyeksi

IHSG terus menunjukkan kekuatannya dan diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan dalam beberapa waktu ke depan.

Sentimen positif dari pasar global, khususnya membaiknya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China, serta dukungan kuat dari investor asing menjadi bahan bakar utama di balik pergerakan positif IHSG belakangan ini.

Baca Juga: IHSG Kembali Betah di Level 6.800 pada Pembukaan Perdagangan Senin, Cek Saham Pendorongnya

Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup menguat sebesar 0,72 persen dan mencatatkan aksi beli bersih asing (net foreign buy) senilai sekitar Rp204 miliar. Saham-saham seperti ANTM, BBCA, BMRI, TLKM, dan TPIA menjadi incaran utama investor asing, mencerminkan kepercayaan terhadap prospek pasar domestik.

Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, sinyal positif dari pasar global serta aliran dana asing yang terus masuk menjadi indikasi kuat bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk menguat.

"Kami melihat peluang IHSG untuk terus unjuk gigi dan bertahan di zona hijau masih terbuka lebar, didukung oleh membaiknya sentimen global serta partisipasi aktif investor asing," ungkap Fanny riset hariannya, yang dikutip Senin (5/5/2025).

Lebih lanjut, Fanny menjelaskan bahwa perkembangan terbaru di panggung global telah meredakan kekhawatiran investor. Di Wall Street, tiga indeks utama kompak ditutup menguat pada Jumat, 2 Mei 2025 waktu setempat.

Dow Jones Industrial Average melonjak 1,39 persen, S&P 500 naik 1,47 persen, dan Nasdaq menguat 1,51 persen. Penguatan tersebut didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari ekspektasi serta tanda-tanda meredanya ketegangan dagang antara AS dan China.

Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

China dikabarkan sedang mengevaluasi tawaran dari AS untuk kembali membuka pembicaraan dagang, setelah Presiden AS Donald Trump melakukan pembalikan sebagian tarif impor. Langkah ini memberikan angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang selama ini menghantui investor.

Load More