Bisnis / Keuangan
Senin, 05 Mei 2025 | 08:27 WIB
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan kekuatannya dan diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan dalam beberapa waktu ke depan. Apalagi, dalam perdagangan sepekan kemarin IHSG selalu berakhir menguat, meski bergerak fluktuatif. 

Sentimen positif dari pasar global, khususnya membaiknya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China, serta dukungan kuat dari investor asing menjadi bahan bakar utama di balik pergerakan positif IHSG belakangan ini.

Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup menguat sebesar 0,72 persen dan mencatatkan aksi beli bersih asing (net foreign buy) senilai sekitar Rp204 miliar. Saham-saham seperti ANTM, BBCA, BMRI, TLKM, dan TPIA menjadi incaran utama investor asing, mencerminkan kepercayaan terhadap prospek pasar domestik.

Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, sinyal positif dari pasar global serta aliran dana asing yang terus masuk menjadi indikasi kuat bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk menguat.

"Kami melihat peluang IHSG untuk terus unjuk gigi dan bertahan di zona hijau masih terbuka lebar, didukung oleh membaiknya sentimen global serta partisipasi aktif investor asing," ungkap Fanny riset hariannya, yang dikutip Senin (5/5/2025).

Lebih lanjut, Fanny menjelaskan bahwa perkembangan terbaru di panggung global telah meredakan kekhawatiran investor. Di Wall Street, tiga indeks utama kompak ditutup menguat pada Jumat, 2 Mei 2025 waktu setempat.

Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Dow Jones Industrial Average melonjak 1,39 persen, S&P 500 naik 1,47 persen, dan Nasdaq menguat 1,51 persen. Penguatan tersebut didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari ekspektasi serta tanda-tanda meredanya ketegangan dagang antara AS dan China.

China dikabarkan sedang mengevaluasi tawaran dari AS untuk kembali membuka pembicaraan dagang, setelah Presiden AS Donald Trump melakukan pembalikan sebagian tarif impor. Langkah ini memberikan angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang selama ini menghantui investor.

"Kondisi global yang mulai stabil, terutama dari sisi geopolitik dan perdagangan, akan memberi ruang lebih besar bagi investor untuk kembali fokus pada fundamental. Ini menjadi landasan penting bagi pergerakan IHSG ke depan," kata Fanny.

Baca Juga: IHSG Makin Mantap di Zona Hijau ke Level 6.815, Cek Saham Apa Saja yang Jadi Jagoan

Dari sisi wilayah Asia Pasifik, pasar saham Asia juga ikut merespons positif kabar baik dari China. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,74 persen, Nikkei 225 Jepang naik 1,04 persen, sementara ASX 200 Australia menanjak 1,31 persen.

Meski pasar China tutup karena libur Hari Buruh, dampak sentimen tetap terasa luas di kawasan Asia Pasifik, terutama di pasar keuangan.

Dari sisi teknikal, IHSG kini mengincar level resistance di 6.850. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan terbuka lebar. Namun, apabila gagal menembus resistance tersebut, pasar berpotensi mengalami koreksi minor dengan support kuat berada di kisaran 6.750-6.780.

"Secara teknikal, IHSG berada dalam tren naik jangka pendek. Kami tetap optimistis selama support kunci terjaga dan investor terus merespons positif data dan sentimen global," kata Fanny.

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan yang dinilai memiliki potensi teknikal menarik. Saham-saham tersebut antara lain:

  1. ANTM
  2. BBRI
  3. BMRI
  4. BRMS
  5. DKFT
  6. PTRO

"Pemilihan saham-saham unggulan ini mencerminkan strategi spekulatif berbasis teknikal yang sesuai dengan kondisi pasar saat ini yang mulai kembali bergairah," pungkas Fanny.

Load More