Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menunjukkan kekuatannya dan diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan dalam beberapa waktu ke depan. Apalagi, dalam perdagangan sepekan kemarin IHSG selalu berakhir menguat, meski bergerak fluktuatif.
Sentimen positif dari pasar global, khususnya membaiknya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China, serta dukungan kuat dari investor asing menjadi bahan bakar utama di balik pergerakan positif IHSG belakangan ini.
Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup menguat sebesar 0,72 persen dan mencatatkan aksi beli bersih asing (net foreign buy) senilai sekitar Rp204 miliar. Saham-saham seperti ANTM, BBCA, BMRI, TLKM, dan TPIA menjadi incaran utama investor asing, mencerminkan kepercayaan terhadap prospek pasar domestik.
Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, sinyal positif dari pasar global serta aliran dana asing yang terus masuk menjadi indikasi kuat bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk menguat.
"Kami melihat peluang IHSG untuk terus unjuk gigi dan bertahan di zona hijau masih terbuka lebar, didukung oleh membaiknya sentimen global serta partisipasi aktif investor asing," ungkap Fanny riset hariannya, yang dikutip Senin (5/5/2025).
Lebih lanjut, Fanny menjelaskan bahwa perkembangan terbaru di panggung global telah meredakan kekhawatiran investor. Di Wall Street, tiga indeks utama kompak ditutup menguat pada Jumat, 2 Mei 2025 waktu setempat.
Dow Jones Industrial Average melonjak 1,39 persen, S&P 500 naik 1,47 persen, dan Nasdaq menguat 1,51 persen. Penguatan tersebut didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari ekspektasi serta tanda-tanda meredanya ketegangan dagang antara AS dan China.
China dikabarkan sedang mengevaluasi tawaran dari AS untuk kembali membuka pembicaraan dagang, setelah Presiden AS Donald Trump melakukan pembalikan sebagian tarif impor. Langkah ini memberikan angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang selama ini menghantui investor.
"Kondisi global yang mulai stabil, terutama dari sisi geopolitik dan perdagangan, akan memberi ruang lebih besar bagi investor untuk kembali fokus pada fundamental. Ini menjadi landasan penting bagi pergerakan IHSG ke depan," kata Fanny.
Baca Juga: IHSG Makin Mantap di Zona Hijau ke Level 6.815, Cek Saham Apa Saja yang Jadi Jagoan
Dari sisi wilayah Asia Pasifik, pasar saham Asia juga ikut merespons positif kabar baik dari China. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,74 persen, Nikkei 225 Jepang naik 1,04 persen, sementara ASX 200 Australia menanjak 1,31 persen.
Meski pasar China tutup karena libur Hari Buruh, dampak sentimen tetap terasa luas di kawasan Asia Pasifik, terutama di pasar keuangan.
Dari sisi teknikal, IHSG kini mengincar level resistance di 6.850. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan terbuka lebar. Namun, apabila gagal menembus resistance tersebut, pasar berpotensi mengalami koreksi minor dengan support kuat berada di kisaran 6.750-6.780.
"Secara teknikal, IHSG berada dalam tren naik jangka pendek. Kami tetap optimistis selama support kunci terjaga dan investor terus merespons positif data dan sentimen global," kata Fanny.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan yang dinilai memiliki potensi teknikal menarik. Saham-saham tersebut antara lain:
- ANTM
- BBRI
- BMRI
- BRMS
- DKFT
- PTRO
"Pemilihan saham-saham unggulan ini mencerminkan strategi spekulatif berbasis teknikal yang sesuai dengan kondisi pasar saat ini yang mulai kembali bergairah," pungkas Fanny.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini
-
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
-
Masih Didorong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Merangkak Naik ke Level 7.100 di Sesi I
-
Netzme Jadi Pelopor QRIS Antarnegara dengan China
-
Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
-
Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya
-
Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP