Suara.com - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar ajang Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang ke-2 di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik di Trenggalek, Senin (5/5/2025) mengatakan, acara ini digelar sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi usaha mikro dari sektor informal ke sektor formal melalui kolaborasi lintas K/L, pemerintah daerah, swasta dan BUMN.
Menurut dia, UMKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia sehingga pemerintah terus mendorong kemudahan legalisasi dan sertifikasi usaha agar UMKM semakin produktif dan berdaya saing.
“Pemerintah berkepentingan untuk terus meningkatkan produktivitas usaha mikro secara nasional melalui fasilitas kemudahan untuk mendapatkan legalisasi dan sertifikasi usaha. Inilah urgensi diselenggarakannya Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, sebagaimana amanat PP 7 Tahun 2021,” ujar Riza Damanik.
Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek memiliki 143.975 usaha mikro. Namun, baru 25.800 usaha yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS hingga tahun 2024.
Legalitas usaha disebutnya sangatlah penting karena telah menjadi syarat bagi UMKM untuk mengakses berbagai dukungan, termasuk fasilitas pembiayaan murah, pendampingan dan pelatihan, serta pengembangan pasar.
Ajang Festival Kemudahan dan pelindungan Usaha mikro kali ini melibatkan 1.200 usaha mikro di wilayah Trenggalek dan sekitarnya. Peserta akan memperoleh 19 fasilitasi layanan dan pendampingan bagi UMKM untuk mendapatkan NIB, Sertifikat Halal, PIRT, Merek/HKI, aduransi mikro hingga layanan permodalan dan layanan bantuan serta pendampingan hukum.
Pemerintah juga mendorong adanya klasterisasi usaha mikro untuk meningkatkan skala ekonomi dan produktivitas usaha mikro. Melalui klaster, peluang kemitraan dengan usaha yang lebih besar dan akses pasar yang lebih luas akan semakin terbuka.
Riza menambahkan, Kementerian UMKM akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk menggulirkan berbagai program strategis.
Baca Juga: Kepemimpinan Hijau Jadi Kunci Kelestarian UMKM Pasca Pandemi
“Sebagaimana pesan Pak Menteri UMKM Maman Abdurrahman kepada kami, tanpa sinergi dan kolaborasi, target-target ini akan sulit dicapai. Pemerintah akan terus mendukung UMKM melalui berbagai program strategis, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produksi, pelibatan UMKM dalam program makan bergizi gratis, serta keterlibatan dalam pembangunan 3 juta unit perumahan rakyat,” ujar Riza.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Trenggalek Mochamad Nurul Arifin mengatakan, ajang Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Kabupaten Trenggalek diharapkan bisa menjadi momen kebangkitan UMKM Trenggalek.
Ia juga menambahkan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana amanat Presiden, pihaknya akan mendorong aparat terkait untuk turun ke lapangan menjemput bola memberikan izin usaha.
"Pada tahun lalu, untuk meningkatkan pendapatan ekonomi daerah, kami telah menerbitkan 11 ribu perizinan atau setara dengan Rp580 miliar, dari angka tersebut sebanyak 49 persen di antaranya adalah usaha mikro. Maka dengan adanya ajang ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat di tahun 2025," ujar Bupati Trenggalek.
Senada disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang mengapresiasi terselenggaranya ajang Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Kabupaten Trenggalek.
"Kami senang dan berharap, kemudahan atas perizinan berusaha tidak berhenti di angka 1.200 ini, bagi UMKM yang ingin mengurus perizinan bisa mengakses secara online lewat platform yang disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Wakil Gubernur Jawa Timur.***
Berita Terkait
-
Kepemimpinan Hijau Jadi Kunci Kelestarian UMKM Pasca Pandemi
-
UMKM Kini Bisa Jalankan Bisnis Dengan Sistem Kerja Serba Digital
-
Kementerian UMKM Apresiasi BIBW 2025 Bawa Dampak Positif bagi UMKM
-
Tren Gaya Hidup Sehat Kian Digemari, BRI Berdayakan UMKM Manfaatkan Peluang di Industri Gula Aren
-
Kisah Sukses UMKM "Bali Nature" yang Go Internasional Setelah Mendapat Sentuhan Pemberdayaan BRI
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang