Suara.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus berkomitmen mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi. Salah satu sumber energi primer yang akan terus dipacu produksinya adalah gas bumi.
PHE saat ini berkontribusi 69% terhadap produksi minyak nasional dan 37% terhadap produksi gas nasional. Sementara sumberdaya gas bumi di Indonesia yang belum diproduksi masih besar.
Direktur Perencanaan Strategis & Pengembangan Bisnis PHE, Rachmat Hidajat, menuturkan Subholding Upstream saat ini tengah fokus pada pengembangan dan monetisasi dengan melakukan akselerasi resources to reserves.
"Pertamina sangat aktif melakukan pengeboran dan mencari proyek-proyek baru untuk mendorong produksi dan mempertahankan performance," ujarnya dalam Forum Group Discussion (FGD) mengenai Strategi Penguatan Sektor Gas Bumi di Indonesia yang dihelat oleh Energy & Mining Editor Society (E2S) di Jakarta, ditulis Senin (19/5/2025).
Untuk mendorong pertumbuhan energi nasional, PHE menyiapkan tiga strategi pengembangan gas berdasarkan prioritas terhadap pembangunan nasional, yakni memprioritaskan pemenuhan pasar domestik, optimalisasi proyek-proyek besar, serta pengembangan potensi lapangan stranded dan marginal melalui sinergi, infrastruktur terintegrasi, dan pemanfaatan teknologi maju.
Menurut Rachmat, potensi besar gas bumi umumnya berada di wilayah terpencil, khususnya di kawasan timur Indonesia.
"Pekerjaan rumah kita saat ini adalah pasar domestik gas belum terbentuk di wilayah Indonesia bagian timur," ucapnya.
Lebih lanjut Rachmat mengatakan, dukungan kebijakan fiskal yang atraktif terutama di Lapangan Stranded/Marginal, kemudahan perizinan dan regulasi, dukungan infrastruktur dan pasar, dan dukungan pengembangan skema komersialisasi yang fleksibel dibutuhkan untuk mendorong eksplorasi dan produksi gas nasional.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Baca Juga: Penguasaan Market Gas Bumi PGN Capai 91 Persen di Usia ke 60 Tahun
PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan.
Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.
PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmental Friendly, Social Responsible dan Good Governance.
Pertamina Hulu Energi (PHE) merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang memegang peranan krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional.
PHE bertanggung jawab atas kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Indonesia dan mancanegara.
Sebagai garda depan, PHE berupaya untuk terus meningkatkan produksi migas guna memenuhi kebutuhan energi domestik yang terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir, PHE fokus pada peningkatan produksi dari lapangan-lapangan eksisting melalui berbagai inovasi teknologi dan optimasi.
Selain itu, PHE juga aktif melakukan kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan migas baru, baik di wilayah onshore maupun offshore. Langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan produksi migas di masa depan.
PHE juga berkomitmen untuk menjalankan operasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Perusahaan terus berupaya untuk mengurangi emisi karbon dan menerapkan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan.
Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mendukung transisi energi dan mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.
Dengan portofolio aset yang luas dan sumber daya manusia yang kompeten, PHE memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Keberhasilan PHE dalam meningkatkan produksi migas akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, sangat penting untuk memastikan PHE dapat terus menjalankan perannya sebagai motor penggerak industri hulu migas Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835
-
Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI
-
IHSG Lanjutkan Tren Positif pada Selasa Pagi, Melesat ke Level 8.400
-
Donald Trump Dituntut Kembalikan Dana Tarif Rp 2.700 Triliun
-
Siapa Pengemplang Pajak Rp2,6 M yang Sahammya Diblokir Purbaya?
-
Kontribusi Rp 710 Triliun ke PDB, Industri Hasil Tembakau Minta Kebijakan Lebih Adil
-
Dorong Ekonomi Digital, Gubernur Bank Indonesia Perkuat Talenta Muda
-
Danantara Gandeng Perusahaan Asal Inggris Arm Mau Ciptakan Chip
-
7 Fakta Menarik Perusahaan IPO Saham Februari 2026
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar