Suara.com - Pemerintah kembali membuka lelang Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) tahun 2025. Dalam penawaran kali ini, terdapat tiga WK Migas yang ditawarkan, dengan estimasi total potensi cadangan mencapai sekitar 2,2 miliar barel oil equivalent (boe).
Plt Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno menjelaskan, WK Migas pertama yang ditawarkan secara reguler yaitu Wilayah Kerja Gagah yang berada di Daratan Provinsi Sumatera Selatan. WK ini memiliki potensi sumber daya sekitar 173 juta barel minyak dan 1,1 triliun kaki kubik gas (Trilliun Cubic Feet/TCF).
"Selanjutnya, kedua Wilayah Kerja Perkasa berlokasi di Daratan dan Lepas Pantai Provinsi Jawa Timur dengan potensi sumber daya migas sekitar 228 juta barel minyak atau 1,3 triliun kaki kubik," ujar Tri dalam Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition 2025, di ICE BSD, Selasa (21/5/2025).
Kemudia ketiga, WK Lavender ditawarkan secara khusus kepada Pertamina, sesuai ketentuan Pasal 39 Permen ESDM No 35/2021. Wilayah kerja ini berada di Daratan dan Lepas Pantai Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan potensi sumber daya gas sekitar 10 TCF.
Tri juga menambahkan bahwa lelang WK Migas kali ini memiliki sejumlah daya tarik, termasuk bagi hasil (split) yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
Dalam lelang WK tersebut, persyaratan bonus tanda tangan juga dipatok pada nilai yang relatif rendah. Nilai bonus tanda tangan tersebut juga relatif lebih rendah jika dibandingkan pada masa-masa sebelumnya yang nilai minimumnya sebesar USD 1-2 juta
"Jadwal dan mekanisme tata cara Lelang telah kami publikasikan pada Website resmi Kementerian ESDM. Di mana untuk lelang penawaran langsung tahap I tahun 2025 ini memiliki batas waktu pemasukan dokumen sampai dengan 4 Juli 2025," jelas Tri.
Pemerintah optimistis bahwa lelang WK Migas tahun ini akan banyak antrean oleh pelaku industri migas, mengingat iklim investasi sektor hulu yang terus membaik. Hal ini dibuktikan dari keberhasilan lelang WK Migas tahap II tahun 2024 lalu.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber ESDM telah mengumumkan hasil lelang Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Air Komering Tahap II di tahun 2024.
Baca Juga: Gas Surplus, Tapi Supply dan Demand Timpang, Pemerintah Prabowo Bisa Apa?
Wilayah Kerja Air Komering, membentang di Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung, diperkirakan menyimpan sekitar 307 MBOE (Million Barrels of Oil Equivalent) sumber daya migas. Potensi ini yang membuat lelang blok ini menarik banyak perhatian investor, hingga akhirnya Huatong Services Indonesia mengungguli pesaingnya.
"Komitmen pasti selama tiga tahun pertama eksplorasi mencapai USD 4,45 juta, dengan bonus tanda tangan sebesar USD 300 ribu," imbuh dia.
Penetapan resmi pemenang tertuang dalam Surat Keputusan No. 47.K/MG.04/DJM/2025 tanggal 19 Mei 2025 hal Hasil Lelang Reguler Wilayah Kerja Minyak Dan Gas Bumi Tahap II Tahun 2024 Untuk Wilayah Kerja Air Komering. Ketetapan tersebut merinci hasil lelang reguler WK Migas Tahap II 2024 untuk Air Komering, sekaligus menjadi acuan bagi proses kontrak selanjutnya.
Seiring dengan lelang ini, sambung Tri, Pemerintah terus mempertajam iklim investasi hulu migas. Beberapa terobosan kebijakan yang ditempuh, antara lain peningkatan porsi bagi hasil kontraktor, pemberian 10% First Tranche Petroleum (FTP), fleksibilitas pilihan skema kontrak, baik Cost Recovery maupun Gross Split, hingga penghapusan kewajiban pengembalian wilayah kerja (a relinquishment) selama tiga tahun awal. Akses data migas juga kian dipermudah melalui keanggotaan di Migas Data Repository.
Tahun 2024 lalu, total 11 WK migas ditawarkan dalam dua tahap lelang. Lima blok di tahap I, yaitu WK Pesut Mahakam, WK Panai, WK Central Andaman, WK Amanah, dan WK Melati. Adapun tahap II lelang menawarkan 6 WK, yang meliputi WK Air Komering, WK Serpang, WK Kojo, WK Binaiya, WK Gaea, dan WK Gaea II.
"Dari jumlah tersebut, sembilan blok telah ditetapkan pemenangnya, dan tiga diantaranya telah ditandatangani kontrak kerja samanya," pungkas Tri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
-
Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini
-
Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia