Bisnis / Keuangan
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:31 WIB
Investor asing melakukan aksi jual yang membuat IHSG meloyo. [Suara.com/Rina Anggraeni]
Baca 10 detik
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp 1,88 triliun di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026.
  • Tekanan jual asing terhadap saham sektor perbankan dan konglomerasi menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan mengalami pelemahan signifikan.
  • Total nilai jual bersih investor asing sejak awal tahun telah mencapai Rp 56,46 triliun di seluruh pasar saham Indonesia.

Suara.com - Pasar saham hari ini diwarnai aksi jual asing pada diwarnai aksi jual investor asing. Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, sepanjang perdagangan, Selasa (26/5), investor asing tercatat melakukan net foreign sell sebesar Rp 1,88 triliun di seluruh pasar.

Dengan raihan itu, secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (YTD) investor asing telah membawa kabur dananya dari asar saham Indonesia sebesar Rp 56,46 triliun.

Tekanan jual asing tersebut terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup turun pada perdagangan hari ini.

Saham konglomerasi dan perbankan menjadi yang paling banyak dilepas investor asing.

Investor asing melakukan aksi jual yang membuat IHSG meloyo. [Antara]

Top net foreign sell dipimpin oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai jual bersih mencapai Rp 386,04 miliar.

Kemudian diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 359,76 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp 264,43 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 225,88 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp 191,65 miliar.

Meski asing gencar melepas saham-saham big caps, sejumlah emiten sektor komoditas dan pertambangan justru masih menjadi incaran investor asing.

Saham yang paling banyak dibeli asing atau top net foreign buy ditempati oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 156,85 miliar.

Di posisi berikutnya ada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 115,74 miliar, disusul PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 50,61 miliar, PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) Tbk Rp 29,91 miliar, serta PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp 26,57 miliar.

Baca Juga: Tak Kuat Tekanan Aksi Jual Asing Buat IHSG Ambruk, Balik ke Level 6.130

Di sisi lain, saham konglomerasi dan perbankan menjadi yang paling banyak dilepas investor asing.

Top net foreign sell dipimpin oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk dengan nilai jual bersih mencapai Rp 386,04 miliar.

Kemudian diikuti PT Bank Central Asia Tbk Rp 359,76 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rp 264,43 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rp 225,88 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk sebesar Rp 191,65 miliar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More