Suara.com - Bank Danamon dan JCB International menjalin kerja sama dengan Noage Internasional. Hal inib untuk mempromosikan pariwisata medis atau medical tourism ke Jepang sebagai salah satu produknya.
Adapun lariwisata medis dinilai memiliki potensi tinggi di Indonesia, seiring meningkatnya minat hidup sehat di Indonesia. Dalam kerjamasama ini, ketiga perusahaan di bawah naungan besar Mitsubishi Group ini berencana membidik nasabah-nasabah premium yang dimiliki Bank Danamon dan JCB.
JCB juga turut memperluas kolaborasi ini karena memiliki kerja sama dengan sembilan jaringan bank. Presiden & CEO Noage International Tetsuro Yoshihara mengatakan Jepang memiliki kompetensi medis yang bisa diadu dengan negara-negara maju. Data WHO menunjukkan Jepang memiliki tingkat keselamatan sebesar 60,3% dari kanker lambung, dan 32,9% dari kanker paru-paru.
Angka ini merupakan tertinggi kedua di dunia. Selain itu, Jepang memiliki tingat ekspektasi masa hidup tertinggi di dunia. Rata-rata usia tertua penduduk tertua di Jepang berada di angka 84,46 tahun.
“Kami ingin membawa rahasia umur panjang orang-orang Jepang ke Indonesia. Jepang sudah diakui sedari dulu memiliki penduduk yang berusia panjang sejak dulu,” kata Yoshihara dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Program wisata medis ini pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2023 dan diperluas cakupannya ke Tokyo pada Agustus 2024. Kini, dengan kemitraan baru ini, nasabah pemegang kartu JCB Ultimate yang diterbitkan di Indonesia, termasuk nasabah Danamon Privilege Banking yang memegang kartu Danamon JCB Precious, bisa menikmati layanan kesehatan eksklusif di dua klinik ternama Jepang, yakni Tokyo Midtown Clinic (Roppongi) dan Nihonbashi Muromachi Mitsui Tower Midtown Clinic.
Pariwisata medis semakin berkembang di kalangan masyarakat segmen premium Indonesia, yang melakukan perjalanan ke luar negeri untuk mengakses layanan medis tingkat lanjut. Saat ini, Singapura dan Malaysia menjadi tujuan populer, sementara Jepang menghadapi tantangan seperti hambatan bahasa yang membatasi akses ke layanan medis,” kata Presiden dan CEO JCB International, Takayoshi Futae.
Melalui program ini, pelanggan tidak hanya mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis di dua fasilitas tersebut, tetapi juga didampingi secara menyeluruh mulai dari konsultasi awal, penerjemahan medis dalam bahasa Inggris, hingga tindak lanjut pengobatan. Pengaturan perjalanan ke Jepang, seperti tiket pesawat, akomodasi, transportasi, hingga tur pribadi dan layanan spesial JCB, juga akan disediakan oleh agen perjalanan mitra di Indonesia.
Salah satu tantangan utama pasien Indonesia saat mencari layanan medis di Jepang adalah hambatan bahasa. Hal ini menjadi perhatian serius dalam program ini. Seluruh proses mulai dari konsultasi awal, pendampingan medis, hingga hasil pemeriksaan akan dilakukan dalam bahasa Inggris, memastikan kenyamanan dan kejelasan informasi bagi para pelanggan.
Baca Juga: Turun Lagi, Gubernur BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 4,6 Persen di 2025
"Melalui kemitraan ini, kami memperluas layanan kami untuk pelanggan memilih antara Tokyo Midtown Clinic (Roppongi) dan Nihonbashi Muromachi Mitsui Tower Midtown Clinic, yang berafiliasi dengan NI. Selain itu, bagi pemegang kartu JCB Ultimate yang diterbitkan di Indonesia, kami akan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di kedua fasilitas tersebut,” ujarnya.
Lebih dari sekadar perawatan medis, JCB dan mitra travel resminya di Indonesia juga menghadirkan hospitality program eksklusif. Mulai dari pengaturan tamasya privat, layanan JCB eksklusif di Jepang, hingga personalisasi perjalanan disiapkan demi kenyamanan total nasabah.
Kerja sama ini menjadi angin segar bagi dunia pariwisata medis Jepang yang kini makin terbuka dan siap menyambut wisatawan kesehatan asal Indonesia. Ditambah, tren warga Indonesia melakukan medical check-up atau perawatan ke luar negeri kini meningkat signifikan, menjadikan Jepang sebagai alternatif baru yang lebih eksklusif dan personal.
Berita Terkait
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Purbaya Mau ke China & Inggris Minggu Depan demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah
-
Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI
-
Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?