Kemudian, lanjut Ibrahim, Investor dengan hati-hati menunggu pembaruan tentang putaran kelima negosiasi nuklir antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Jumat, 23 Mei, di Roma, dengan Oman melanjutkan perannya sebagai mediator.
"Titik pertikaian utama tetap pada aktivitas pengayaan uranium Iran. Sementara AS menuntut penghentian total pengayaan, Iran bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan damai," kata dia.
Dari dalam negeri, Ibrahim melihat, pergerakan rupiah didorong dari data Bank Indonesia soal likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada April 2025 tetap tumbuh.
Pertumbuhan M2 pada April 2025 sebesar 5,2 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 6,1 persen (yoy) sehingga tercatat Rp9.390,0 triliun.
"Kemudian, penyaluran kredit pada April 2025 tumbuh sebesar 8,5 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 8,7 persen (yoy)."
Adapun tagihan bersih kepada pemerintah pusat terus bergerak.
"Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat terkontraksi sebesar 21,0 perse (yoy), setelah pada bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 8,7 persen (yoy). Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 3,6 persen (yoy), setelah pada Maret 2025 tumbuh sebesar 6,0 persen (yoy)," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis