Suara.com - Pemerintah Indonesia akan meluncurkan paket stimulus ekonomi komprehensif mulai 5 Juni 2025, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan enam insentif utama yang saat ini tengah difinalisasi regulasinya oleh kementerian terkait.
Diskon Listrik Diperluas, Bantuan Subsidi Upah Kembali Hadir
Salah satu insentif yang paling dinanti adalah diskon listrik 50% dari PLN. Namun, kali ini insentif tersebut akan difokuskan pada golongan listrik hingga 1.300 VA, dengan jumlah penerima yang disesuaikan dibandingkan skema sebelumnya yang mencapai 2.200 VA.
Diskon ini berlaku selama dua bulan dan diperkirakan akan dinikmati oleh 79,3 juta rumah tangga. Sebelumnya, pada Januari dan Februari 2025, insentif diskon tarif listrik 50% telah dinikmati oleh 135,9 juta pelanggan dengan total anggaran Rp13,6 triliun, yang juga berkontribusi signifikan terhadap penurunan inflasi.
Selain diskon listrik, pemerintah juga akan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Program ini ditujukan bagi para pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta atau Upah Minimum Provinsi (UMP), serta guru honorer. Berbeda dengan skema BSU tahun 2022 yang sebesar Rp600 ribu per pekerja, nilai bantuan tahun ini akan lebih kecil. Airlangga menjelaskan bahwa regulasi teknis dan anggaran untuk BSU ini masih dalam tahap penyempurnaan dan koordinasi lintas kementerian.
Paket enam stimulus ekonomi ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah perlambatan konsumsi pasca-libur Lebaran dan sebelum tahun ajaran baru. Keenam stimulus yang akan diluncurkan serentak pada 5 Juni 2025 adalah:
- Diskon Listrik 50% bagi 79,3 juta rumah tangga dengan daya di bawah 1.300 VA selama dua bulan.
- Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta atau UMP, serta guru honorer.
- Diskon transportasi yang meliputi tiket kereta api, pesawat, dan angkutan laut selama masa liburan sekolah.
- Diskon tarif tol untuk sekitar 110 juta pengguna kendaraan pribadi selama Juni-Juli 2025.
- Penambahan bantuan sosial, termasuk kartu sembako dan bantuan pangan untuk 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
- Perpanjangan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi pekerja di sektor padat karya.
Menurut Airlangga, serangkaian stimulus ini diharapkan mampu mendorong konsumsi rumah tangga dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di kisaran 5 persen pada kuartal II-2025.
"Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program,” katanya.
Pemerintah juga mengajak pemerintah daerah untuk proaktif dalam menciptakan kegiatan pariwisata dan hiburan lokal guna meningkatkan mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah. Momentum ini dianggap penting mengingat tidak adanya hari besar nasional lain seperti Natal atau Tahun Baru yang biasanya menjadi pemicu konsumsi masyarakat.
Baca Juga: PLN Diminta Ganti Rugi Warga Bali Terdampak Mati Listrik Massal
Sebagaimana diketahui sebelumnya,salah satu insentif yang paling dinanti masayrakat adalah diskon listrik 50%. Meski kali ini insentif tersebut akan difokuskan pada golongan listrik hingga 1.300 VA, dengan jumlah penerima yang disesuaikan dibandingkan skema sebelumnya yang mencapai 2.200 VA namun diskon ini diangga[ membantu semua lapisan masyarakat.
Diskon ini berlaku selama dua bulan dan diperkirakan akan dinikmati oleh 79,3 juta rumah tangga. Sebelumnya, pada Januari dan Februari 2025, insentif diskon tarif listrik 50% telah dinikmati oleh 135,9 juta pelanggan dengan total anggaran Rp13,6 triliun, yang juga berkontribusi signifikan terhadap penurunan inflasi.
Berita Terkait
-
Mulai Juni Pemerintah Beri Diskon Tarif Listrik, Tarif Tol, Tiket Pesawat hingga Bansos
-
Kejebak Diskon? Yuk, Kenali Bedanya Impulsive Buying dan Unplanned Buying!
-
Cara Dapat Diskon BRI di Diamond Fair, Dapatkan Promo Melimpah!
-
PLN Pacu Ekonomi Palembang Lewat Event Lari dan Aktivasi UMKM di Benteng Kuto Besak
-
PLN IP Percepat Transisi Energi Bali Lewat PLTS Terapung Estetik di Muara Nusa Dua
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan
-
Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
-
Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi
-
Iduladha 2026, Pertamina Trans Kontinental Jaga Operasional & Berbagi Berkah Kurban pada Masyarakat
-
Harga Minyak Dunia Naik Turun, Berikut Daftar Harga BBM di Pertamina dan SPBU Swasta!
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Kurban Pakai Uang Pribadi Bukan APBN
-
BSDE Didepak dari MSCI, Bagaimana Prospek Sahamnya?