- Rupiah menguat menjadi Rp16.759 per dolar AS pada Kamis (26/2/2026), naik 0,24% dari hari sebelumnya.
- Penguatan rupiah didorong lonjakan penerimaan pajak Januari 2026 sebesar 30,7% (yoy) dan intervensi BI.
- Faktor eksternal lain adalah pelemahan dolar AS akibat ketidakpastian kebijakan tarif global yang dipicu Donald Trump.
Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menguat pada Kamis (26/2/2026). Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah adalah Rp16.759 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan sore ini, atau menguat 0,24 persen dibanding penutupan pada Rabu (25/2/2026) yang berada di level Rp 16.800 per dolar AS.
Sebelumnya pada Rabu kemarin, rupiah juga ditutup menguat 0,17 persen dibandingkan pada Selasa. Adapun kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.758 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah didorong dari penerimaan pajak yang melonjak. Sehingga, investor makin percaya pada fundamental ekonomi Indonesia.
"Rupiah sendiri juga didukung oleh ruang fiskal yang lebih baik setelah pendapatan pajak melonjak 30,7 persen yoy hingga akhir Januari. Selain itu tentunya BI yang secara berkala mengintervensi menguatkan rupiah," jelasnya.
Diwartakan sebelumnya Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak Januari 2026 sebesar Rp116,2 triliun, tumbuh 30,7 persen (yoy) atau setara 4,9 persen dari target APBN 2026.
Kenaikan terutama ditopang PPN dan PPnBM yang melonjak 83,9 persen (yoy) menjadi Rp45,3 triliun, mencerminkan konsumsi domestik yang tetap kuat, serta penurunan restitusi 23 persen berkat perbaikan manajemen restitusi.
Lalu, PPh badan tumbuh 37 persen (yoy) menjadi Rp5,7 triliun, sementara PPh orang pribadi dan PPh21 sebesar Rp13,1 triliun masih terkontraksi 20,4 persen (yoy) akibat faktor administratif, termasuk deposit Rp6,1 triliun yang belum dipindahbukukan (jika disesuaikan), pertumbuhannya bisa mencapai 16,5 persen (yoy).
Kemudian, PPh final, PPh 22, dan PPh 26 turun 11 persen (yoy) menjadi Rp26 triliun. Adapun pajak lainnya melonjak 685,8 persen (yoy) menjadi Rp16,1 triliun, dengan tambahan deposit Rp15,4 triliun yang juga belum dipindahbukukan.
Selain itu, faktor eksternal yang sangat penting terhadap menguatnya rupiah adalah dolar AS yang masih tertekan. Ini disebabkan oleh ketidakpastian global yang dipicu oleh sengkarut kebijakan tarif Donald Trump.
Baca Juga: Rupiah Bangkit, Dolar AS Alami Tekanan ke Level Rp16.843
"Dolar AS sendiri terpantau cukup tertekan beberapa sesi terakhir oleh ketidakpastian tarif," katanya saat dihubungi Suara.com
Dampaknya terlihat dari mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS sore ini. Yuan China mencatat penguatan terbesar yakni 0,34 persen, disusul dolar Taiwan yang menguat 0,27 persen. Diikuti oleh yen Jepang menguat 0,21 persen.
Lalu, ringgit Malaysia menguat 0,18 persen, rupee India menguat 0,08 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen. Ditambah baht Thailand menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Peso Filipina melemah 0,19 persen, won Korea melemah 0,09 persen dan dolar Hong Kong yang melemah 0,03 persen.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 97,61, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 97,70.
Berita Terkait
-
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754
-
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
-
Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839
-
Penerimaan Pajak Naik 30,7% di Awal 2026, Negara Kantongi Rp 116,2 Triliun
-
Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Viral Kasus Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Ancam Pamerkan Nama Alumni Bermasalah
-
LPDP Mau Gandeng Danantara Siapkan Lapangan Kerja buat Alumni Penerima Beasiswa
-
PITT Jual Bisnis Hotel dan Fokus Sektor Kapal Usai Diakusisi Jinlong Resources
-
Cara Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi Melalui Coretax DJP Lengkap Terbaru
-
BBRI Segera Lunasi Green Bond Rp879,43 Miliar, Dana Sudah Siap
-
Pendapatan AVIA Naik Rp652 Miliar, Emiten Laporkan Laba Bersih Meningkat
-
Impor Cacah Pakaian dari AS Dibuka, Mendag: Bukan untuk Thrifting
-
Harga Saham BULL Tertekan saat Emiten Gencar Ekspansi
-
Rosan Roeslani Sambangi Petinggi Moody's Rating Kenalkan Danantara
-
Telin - IPification Luncurkan Telin Mobile Network Verification: Perkuat Keamanan Identitas Digital