Suara.com - PT CARSURIN Tbk (CRSN), emiten layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) di Indonesia, mengumumkan arah strategis perusahaan untuk tahun 2025 yang berfokus pada ekspansi bisnis, penguatan teknologi, dan kontribusi terhadap prioritas pembangunan nasional.
Strategi ini disampaikan secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose yang digelar pada 28 Mei 2025 di Jakarta.
Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1968 dan menjadi pionir di industri TIC nasional, CRSN terus menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi dengan dinamika pasar dan mengambil peran strategis dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.
Direktur Utama CRSN, Sheila Tiwan menegaskan bahwa pencapaian keuangan dan inisiatif strategis yang dijalankan selama tahun 2024 menjadi dasar yang kuat untuk ekspansi di tahun berikutnya.
"Terlepas dari kondisi pasar yang kurang stabil, dedikasi tim kami yang tak tergoyahkan memungkinkan CARSURIN untuk meraih pertumbuhan yang berkelanjutan dan mempertahankan posisi kami sebagai pelopor di industri TIC," ujar ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (29/5/2025).
"Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan standar layanan dan menjunjung tinggi integritas demi menjaga serta meningkatkan nilai bagi para pihak baik pemangku kepentingan dan pemegang saham," sambung dia.
CRSN mengadopsi strategi berbasis intelijen pasar, eksplorasi peluang baru, dan pelaksanaan pemasaran yang efektif. Seluruh inisiatif strategis ini dirancang agar selaras dengan prioritas pembangunan nasional Indonesia, khususnya sektor-sektor penting seperti Ekonomi Hijau, Ekonomi Biru, dan Transisi Energi.
Beberapa pencapaian penting sepanjang tahun 2024 dan awal 2025 antara lain adalah perolehan akreditasi terkait mitigasi Gas Rumah Kaca serta pengujian keselamatan dan kinerja baterai kendaraan listrik dua aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus pemerintah.
Tak hanya itu, CRSN juga memperluas portofolio layanan ke sektor-sektor baru yang menjanjikan, seperti, Analisis jejak karbon (carbon footprint analysis), Penilaian siklus hidup produk (life cycle assessment), Sertifikasi biomassa, Pasar amonia, Layanan digital canggih, termasuk teknologi drone dan analitik berbasis kecerdasan buatan (AI)
Baca Juga: Jennifer Coppen Dapatkan Uang Rp94 Juta dari Instagram Tanpa Endorse, Ini Caranya
Ekspansi ini menunjukkan upaya aktif CRSN dalam mendiversifikasi pendapatan sekaligus menjawab tantangan era digital dan kebutuhan industri hijau.
Salah satu langkah strategis penting lainnya adalah peluncuran CARSURIN Academy, sebuah inisiatif pelatihan yang bertujuan untuk mengkomersialisasikan keahlian internal perusahaan dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan transformasi budaya kerja.
Untuk menunjang strategi ekspansi yang agresif ini, CRSN menempatkan penguatan fondasi keuangan dan efisiensi operasional sebagai prioritas.
Direktur Timotius Tjahjana menyoroti pengelolaan keuangan perusahaan yang berhati-hati dan berorientasi jangka panjang.
"Investasi berkelanjutan kami dalam peningkatan kapabilitas operasional, termasuk belanja modal yang signifikan untuk peralatan dan fasilitas, telah memposisikan CRSN secara optimal untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan dan tetap menjaga arus kas yang sehat," kata Timotius.
Perseroan memproyeksikan arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat menjadi Rp 68,29 miliar pada tahun 2025, yang akan mendukung belanja modal sebesar Rp 12,47 miliar sesuai dengan rencana strategis pasca-IPO.
Selain itu, arus kas bebas yang diperkirakan positif mencapai Rp 55,82 miliar mencerminkan likuiditas yang kuat dan berkontribusi pada kas bersih sebesar Rp 18,44 miliar.
Dalam hal struktur permodalan, strategi konservatif juga diterapkan.
"CRSN tetap berkomitmen untuk memperkuat fondasi keuangan dan efisiensi operasionalnya, sebagaimana ditunjukkan oleh penurunan Debt-to-Equity Ratio yang diprakirakan menjadi 0,43x pada 2025, menegaskan strategi keuangan yang hati-hati dan ketergantungan pada modal internal," pungkas Timothy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China
-
Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?
-
B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman
-
Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor
-
Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat
-
Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok
-
90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya
-
Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional
-
Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI
-
Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama