Diversifikasi ini memungkinkan WIKA untuk mengurangi risiko bisnis dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil.
Dalam industri manufaktur, WIKA memproduksi berbagai produk seperti beton pracetak, baja, dan tiang pancang yang digunakan dalam proyek-proyek konstruksi.
WIKA juga aktif dalam pengembangan properti, baik perumahan maupun komersial. Dengan memanfaatkan keahliannya dalam konstruksi, WIKA mampu menghasilkan properti berkualitas dengan desain inovatif dan lokasi strategis.
Selain itu, WIKA juga berinvestasi dalam sektor energi, termasuk energi baru dan terbarukan, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menciptakan energi yang berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, WIKA semakin fokus pada penerapan teknologi dan inovasi dalam setiap aspek bisnisnya.
Penggunaan Building Information Modeling (BIM), drone, dan teknologi konstruksi lainnya membantu WIKA untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keselamatan kerja.
Dengan pengalaman lebih dari enam dekade, WIKA terus berupaya untuk menjadi perusahaan konstruksi terdepan di Indonesia dan regional.
Komitmen terhadap kualitas, inovasi, dan keberlanjutan menjadi landasan bagi WIKA untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Tantangan di masa depan akan dijawab dengan strategi yang adaptif dan semangat untuk terus berkembang.
Baca Juga: Susunan Komisaris dan Direksi BUMN WIKA Beton yang Baru Pasca RUPST Terkini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita
-
Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun
-
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
-
Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh
-
Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global
-
Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap
-
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
-
Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur
-
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
-
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar