Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menguat pada perdagangan Kamis pagi. IHSG melonjak hingga ke level 6.842.
Mengutip data RTI Business, hingga pukul 09.26 WIB, IHSG masih nyaman di zona hijau menuju level 6.849 atau naik 17,67 poin poin, secara presentase naik 0,26 persen.
Pada perdagangan pada pada waktu itu, sebanyak 5,78 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,89 triliun, serta frekuensi sebanyak 182.191 kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 276 saham bergerak naik, sedangkan 182 saham mengalami penurunan, dan 185 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, PTMP, JAST, CENT, FUTR, NOBU, KRAS, ENRG, PYFA, MBMA, BKSL.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, NINE, INPS, APEX, SMDM, MXPL, AXIO, ACES, KSIX, LABA, NZIA, MBSS, GPRA, ZYRX, IPCC.
Proyeksi Hari ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,54 persen ke level 6.832,14 pada perdagangan Rabu, 25 Juni 2025, setelah sempat menguat di awal sesi. P
elemahan ini terjadi seiring dengan sikap hati-hati investor yang memilih aksi jual jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan menjelang libur panjang akhir pekan.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Melemah Jelang Libur Panjang, Investor Waspadai Ketidakpastian Global
Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan pelemahan IHSG juga dipengaruhi oleh sikap wait and see pelaku pasar terhadap perkembangan gencatan senjata antara Iran dan Israel, serta antisipasi terhadap laporan kinerja keuangan emiten pada semester I 2025.
"Investor cenderung melakukan perdagangan jangka pendek, di tengah kondisi ketidakpastian yang masih relatif tinggi serta menjelang libur long weekend. Pasar masih bersikap menunggu apakah gencatan senjata Iran-Israel akan bertahan. Selain itu, menjelang akhir semester I 2025, investor juga mengantisipasi kinerja keuangan emiten pada semester I 2025," ujar Ratna dalam riset hariannya, Kamis (26/6/2025).
Ia menambahkan, ramainya penawaran saham perdana (IPO) yang terjadi dalam waktu bersamaan juga diperkirakan menyebabkan ketatnya likuiditas di pasar reguler, memberikan tekanan tambahan terhadap IHSG.
Dari sisi teknikal, indikator MACD menunjukkan negative slope yang semakin melebar dan volume jual meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Meskipun indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold, minimnya sentimen positif menjelang libur panjang membuat IHSG diperkirakan masih rentan melemah.
"Di tengah minimnya sentimen positif baru menjelang libur long weekend, IHSG diperkirakan cenderung melemah di kisaran level 6.750–6.800 pada Kamis (26/6)," tambahnya.
Dari eksternal, pelaku pasar global menanti rilis sejumlah data penting dari Amerika Serikat. Indeks Core PCE Price untuk Mei 2025 akan dirilis pada 27 Juni dan diperkirakan tetap sebesar 0,1 persen secara bulanan (MoM).
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara