Suara.com - ICS Compute, AWS Advanced Partner di Indonesia mengumumkan telah menandatangani perjanjian kolaborasi strategis (SCA) dengan Amazon Web Services, Inc. (AWS) dalam acara AWS Summit di Jakarta.
Kolaborasi ini akan mempercepat adopsi Generative AI (GenAI) di Indonesia dengan memanfaatkan layanan AI canggih dan infrastruktur cloud dari AWS di dalam platform Redpumpkin.
AI milik ICS Compute, memungkinkan bisnis untuk mengakses solusi GenAI yang aman, terukur, dan spesifik untuk industri.
"Dengan semakin memperkuat kolaborasi kami dengan AWS, kami mengambil langkah penting lainnya untuk membuat Generative AI lebih mudah diakses dan praktis bagi bisnis di seluruh Indonesia. Dengan Redpumpkin.AI yang dibangun di atas AWS, kami dapat membantu pelanggan berinovasi secara aman dan bertanggung jawab, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri mereka," kata Budhi Wibawa, Pendiri & CEO ICS Compute & Redpumpkin.AI.
Kolaborasi ini sejalan dengan peta jalan "Making Indonesia 4.0" dan Strategi AI Nasional Indonesia dengan menggabungkan keahlian cloud AWS dengan kemampuan rekayasa produk ICS Compute.
Dengan dukungan ini, ICS bermaksud untuk merilis agen AI baru yang berfokus pada industri lebih cepat, di mana setiap agen akan diperiksa berdasarkan panduan praktik terbaik AWS sebelum sampai ke pengguna sebagai bagian dari proyek inovasi Redpumpkin.AI.
Sebagai bagian dari SCA, AWS akan bekerja sama dengan ICS untuk membangun wadah inovasi (innovation sandbox) yang memungkinkan pembuatan prototipe dan pengujian solusi AI yang cepat dalam lingkungan yang aman dan terisolasi.
Hal ini akan memungkinkan pengguna untuk menguji fitur GenAI, mengadopsinya pada waktu yang sesuai dengan kesiapan mereka sendiri, dan mengoperasikan setiap beban kerja dengan keamanan dan kepatuhan bawaan, serta memenuhi kebutuhan residensi data lokal sejak awal.
Diluncurkan pada April 2024, Redpumpkin.AI mampu menghadirkan solusi AI Agentic, sebuah sistem perangkat lunak otonom yang memanfaatkan AI untuk penalaran, perencanaan, dan penyelesaian tugas atas nama manusia atau sistem.
Baca Juga: Sentuhan Manusia Jadi Kunci Keberhasilan AI di Era Inovasi Digital
Dengan Amazon Bedrock, Amazon Q, dan Amazon SageMaker, pelanggan dapat secara dinamis menugaskan tugas ke agen khusus, dengan Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk pencarian data yang aman, analisis data untuk wawasan waktu nyata, dan kemampuan multimodal untuk gambar atau dokumen.
Pelanggan yang mencari dukungan AI yang bertanggung jawab secara menyeluruh dapat menerapkan Guardrail Amazon Bedrock.
Karena setiap agen bersifat modular, perusahaan dapat menambahkan atau menukar kapabilitas tanpa downtime sambil menjaga kepatuhan penuh terhadap Kebijakan AI yang Bertanggung Jawab AWS, serta menjaga residensi data di Wilayah AWS Asia Pasifik (Jakarta).
Hasilnya adalah GenAI yang tidak hanya berkomunikasi, tetapi juga secara otonom menjalankan alur kerja yang kompleks dengan aman dan dalam skala besar.
Dengan kemampuan penerapan yang cepat dan fitur integrasi yang mulus, Redpumpkin.AI menjaga kepatuhan penuh terhadap Kebijakan AI yang Bertanggung Jawab AWS sambil memastikan residensi data di dalam Wilayah AWS Asia Pacific (Jakarta).
Redpumpkin.AI telah menunjukkan fleksibilitasnya di berbagai sektor, memberikan solusi yang disesuaikan seperti Credit Performance Monitoring untuk cabang FSI, sistem Medical Workflow berbasis OCR untuk klaim Asuransi Kesehatan dan operasional farmasi, serta Real-Time Product Performance & Demand Forecasting untuk sektor Ritel.
Selain aplikasi spesifik industri, Redpumpkin.AI juga menawarkan solusi di seluruh perusahaan, termasuk Legal Assistant dan HR Assistant, yang mengatasi kebutuhan bisnis umum sambil menjaga standar keamanan data yang ketat.
SCA baru ini dibangun di atas kolaborasi sukses yang dimulai antara ICS Compute dan AWS pada tahun 2022. Sejak perjanjian awal, ICS Compute telah secara signifikan memperluas operasional bisnisnya, mencapai pertumbuhan sebesar 378% dalam waktu kurang dari dua tahun.
Pertumbuhan ini didukung oleh pemanfaatan infrastruktur cloud AWS yang luas dan layanan canggih untuk memberikan solusi yang inovatif, aman, dan terukur di seluruh Indonesia.
Kolaborasi yang diperkuat ini semakin memperkuat komitmen bersama mereka untuk memajukan inovasi teknologi, terutama dalam Generative AI, memberdayakan bisnis di Indonesia untuk mencapai transformasi digital yang dipercepat.
ICS Compute memiliki empat AWS Competencies: Migration, DevOps, Generative AI Services, dan Resilience Services. Perusahaan ini mencapai AWS Generative AI Services Competency pada September 2024, didukung oleh lebih dari 70 profesional bersertifikat AWS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Di Balik Rencana Bahlil Potong Produksi Batu Bara
-
Bahlil Sindir Purbaya Lagi, Kali Ini Soal Lifting Minyak
-
Bahlil: Kuota Produksi Batu Bara Dipangkas Biar Harga Naik
-
Lebih dari 390 Ribu Pelanggan Manfaatkan Program Electrifying Agriculture & Marine PLN hingga 2025
-
Purbaya Bocorkan Strategi Ekonomi ala Prabowo, Singgung Sumitronomics
-
Keasikan Terbang, IHSG Justru Melorot Imbas Aksi Ambil Untung
-
Wamenkeu Minta Bunga Kredit Pusat Investasi Pemerintah Maksimal 4 Persen, Tak Boleh Lebihi Bank
-
Wamenkeu Minta Penerima Kredit Ultra Mikro Surakarta Ditambah, Baru Ada 25 Ribu Orang
-
Rupiah Sendirian Terpuruk di Asia, Tumbang ke Level Rp 16.828/USD
-
Kuota Produksi Dipangkas 71 Persen, PT Weda Bay Nickel Minta Pemerintah Revisi