-
Harga emas Antam naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.198.000 per gram
-
Harga buyback emas Antam ikut naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.045.000
-
Emas global reli, spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed menguatkan harga
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 25 September 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.198.000 per gram.
Harga emas Antam itu melonjak tinggi Rp 7.000 dibandingkan hari Minggu, 28 September 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.045.000 per gram.
Harga buyback itu menanjak lagi Rp 7.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.149.000
- Emas 1 Gram Rp 2.198.000
- Emas 2 gram Rp 4.336.000
- Emas 3 gram Rp 6.479.000
- Emas 5 gram Rp 10.765.000
- Emas 10 gram Rp 21.475.000
- Emas 25 gram Rp 53.562.000
- Emas 50 gram Rp 107.045.000
- Emas 100 gram Rp 214.012.000
- Emas 250 gram Rp 534.765.000
- Emas 500 gram Rp 1.069.320.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.138.600.000
Harga Emas Mulai Terus Merangkak Naik
Harga emas dunia melanjutkan reli pada awal perdagangan sesi Asia, Senin (29/9/2025), dan sempat menembus kisaran USD 3.770 per troy ons.
Penguatan logam mulia ini didorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang sesuai ekspektasi, memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan pemangkasan suku bunga pada akhir tahun ini.
Berdasarkan laporan Biro Analisis Ekonomi AS, inflasi yang diukur lewat Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) naik menjadi 2,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Agustus, dari 2,6 persen yoy pada Juli. Angka tersebut sesuai dengan perkiraan pasar.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Naik Beruntun: Hari Ini 1 Gram Emas Nyaris Rp 2,3 Juta
Sementara itu, PCE inti yang tidak memasukkan harga pangan dan energi naik 2,9 persen yoy pada Agustus, sama seperti bulan sebelumnya dan sesuai estimasi analis. Secara bulanan, PCE naik 0,3 persen dan PCE inti bertambah 0,2 persen.
“Data PCE bulanan sesuai, meskipun pendapatan dan pengeluaran pribadi sepersepuluh lebih tinggi dari ekspektasi. Data ini tidak akan menghalangi The Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga secara hati-hati pada pertemuan bulan Oktober,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen, dikutip FXStreet.
Mengacu pada CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang The Fed menurunkan suku bunga pada Oktober mencapai 88 persen, sementara peluang pemangkasan lagi pada Desember berada di sekitar 65 persen.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi sentimen positif bagi harga emas, karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Pasar saat ini menanti sinyal lebih lanjut dari jajaran pejabat The Fed yang akan menyampaikan pidato pada Senin waktu setempat. Beberapa di antaranya adalah Gubernur The Fed Christopher Waller, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem, Presiden The Fed New York John Williams, dan Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
Terkini
-
Tren Remitansi Digital Kian Dilirik, Ini Deret Keunggulannya
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta: Nasib Musisi, UMKM Hingga Jurnalis Dipertaruhkan
-
Ekonomi Sirkular Dinilai Bisa Ciptakan Peluang Usaha Baru, Industri Didorong Perbanyak Daur Ulang
-
IHSG Jadi Bursa Kinerja Terburuk Global, Aksi Jual Saham Perbankan Tekan Perdagangan
-
BUMI Ambles Terus-terusan, Segini Target Harga Sahamnya
-
ICW Soroti Business Judgment Rule Danantara: Jadi Solusi atau Masalah Baru?
-
IHSG Terus-terusan Anjlok ke Level 5.671 Hingga Sesi I, BBCA Masih Merah
-
Pemerintah Siapkan Aturan Insentif Pendanaan Hijau, Libatkan Perbankan dan Swasta
-
Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin
-
Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?