-
MMS Group Indonesia utamakan ESG, fokus pada lingkungan dan sosial masyarakat
-
Program Rumah Cokelat Lung Anai lipatkan pendapatan petani kakao Dayak
-
MHU raih penghargaan emas CSR 2025 atas program pendidikan kesetaraan
Suara.com - MMS Group Indonesia lewat anak usahanya PT Multi Harapan Utama mengedepankan lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam praktik bisnisnya.
Berbagai program telah dijalankan perseroan dalam mencapai ESG dalam praktik bisnisnya. Salah satunya, pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional untuk bisa berwirausaha.
Misalnya, MHU memberdayakan masyarakat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai melalui inisiatif Rumah Cokelat Lung Anai.
Program ini lahir dari potensi perkebunan kakao yang dimiliki masyarakat, yang kemudian dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi.
Dampak dari program ini, petani cokelat Lung Anai mendapat peningkatan pendapatan sebesar 3-4 kali lipat. Selain itu keterlibatan perempuan meningkat dalam tata niaga cokelat terutama pada bagian pengolahan.
"Kami berupaya menghadirkan peluang ekonomi baru sekaligus membangun sumber daya manusia yang lebih unggul," ujar Mining Support Division Head Wiwin S, seperti dikutip, Jumat (3/10/2025).
Selain itu, MHU bersama PKBM Puteri Karang Melenu Loa Kulu juga memberikan akses pendidikan formal bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Melalui program ini, peserta didik yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah dapat kembali menempuh pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C.
Atas program tersebut, MHU meraih dua penghargaan emas (Gold) dalam ajang bergengsi Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2025.
Baca Juga: Kampanye ESG Dimulai dari Lingkungan Kantor, Telkom Gelar Tenant Day
"Ke depan, kami akan terus memperluas dampak positif agar masyarakat sekitar dapat tumbuh bersama kami secara berkelanjutan," pungkas Wiwin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara