-
Nilai tukar rupiah menguat, ditutup Rp 16.701 per dolar AS.
-
Rupiah bangkit 0,10 persen setelah melemah tiga hari beruntun.
-
Mata uang Asia bervariasi, yen Jepang penguatan terbesar hari ini.
Suara.com - Nilai tukar rupiah akhirnya ditutup menguat pada perdagangan sore ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (6/11/2025) ditutup di level Rp 16.701 per dolar Amerika Serikat (AS).
Hal ini membuat rupiah bangkit 0,10 persen dibandingkan penutupan Rabu kemarin yang berada di level Rp 16.717 per dolar AS.
Beberapa juga terjadi pada mata uang asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar.
Adapun yen Jepang dan baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,19 persen.
Diikuti dolar Singapura yang menanjak 0,11 persen. Lalu, disusul, yuan China yang terapresiasi 0,05 persen.
Berikutnya rupee India yang naik 0,04 persen dan dolar Hongkong menguat tipis 0,003 persen terhadap the greenback.
Namun, ringgit Malaysia mengalami pelemahan 0,16 persen. Disusul won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,5 persen.
Kemudian ada peso Filipina yang ditutup turun 0,24 persen dan dolar Taiwan yang ditutup melemah tipis 0,01 persen pada hari ini.
Sebelumnya selama tiga hari beruntun, rupiah terus melemah. Nilai tukar rupiah kemarin melemah 25 poin atau 0,15 persen terhadap mata uang AS.
Baca Juga: Rupiah Menguat, Didukung Ekonomi Tumbuh 5,04% dan Sentimen Positif Pasar Global
Ketika transaksi pasar spot dibuka di Jakarta, Rabu pagi, rupiah bertengger di level Rp 16.733 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah turun dari posisi sebelumnya Rp 16.708 per dolar AS.
Bahkan pada penutupan perdagangan Rabu sore, rupiah melemah lagi sebesar 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp 16.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.708 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga melemah di level Rp 16.729 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.674 per dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
Raup Laba Bersih Rp66,59 Miliar, KB Bank Rombak Direksi
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun