-
Rupiah dibuka menguat 0,19 persen ke level Rp16.685 per Dolar AS pada 5 November 2025.
-
Penguatan Rupiah dipengaruhi faktor global, terutama kebijakan suku bunga The Fed, dan faktor domestik berupa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid.
-
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen year-on-year pada triwulan III 2025, menunjukkan stabilitas fundamental ekonomi nasional
Suara.com - Nilai tukar Rupiah dibuka menguat pada pagi hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah di pasar Kamis (5/11/2025) dibuka di level Rp 16.685 per Dolar Amerika Serikat (AS).
Hal ini membuat Rupiah bangkit 0,19 persen dibanding penutupan pada Selasa yang berada di level Rp 16.711 per Dolar AS.
Beberapa juga terjadi pada mata uang Asia yang bergerak bervariasi terhadap Dolar.
Adapun Yen Jepang menguat 0,19 persen, Baht Thailand menguat 0,07 persen. Disusul Ringgit Malaysia menghijau 0,16 persen.
Diikuti Dolar Taiwan 0,02 persen dan Dolar Singapura 0,1 persen.
Di sisi lain, Won Korea malah melemah terhadap Dolar dengan 0,29 persen, Peso Filipina 0,01 persen, Dolar Hong Kong 0,01 persen.
Sementara itu, Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan penguatan rupiah disebabkan dua faktor dari global dan domestik.
Salah satunya, faktor global mengenai Dolar AS terus menguat sejak pekan lalu, setelah The Fed mengatakan pemotongan suku bunga Desember belum pasti.
Baca Juga: Rupiah Merana! Dihantam Dolar AS dan Ketidakpastian The Fed
"Meskipun bank sentral memang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Oktober, langkah tersebut telah diperhitungkan secara luas, dan tidak banyak menghambat penguatan dolar," katanya.
Sementara itu, para pedagang memperkirakan peluang sebesar 69,8 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, dan peluang sebesar 30,25 persen untuk mempertahankan suku bunga, menurut CME Fedwatch.
Sedangkan dari domestik dipengaruhi oleh sentimen pertumbujan ekonomi Indonesia pada triwulan III tahun 2025 bila dibandingkan dengan triwulan III tahun 2024 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,04 persen.
Bila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2025 tumbuh sebesar 1,43 persen.
Secara year-on-year, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,01 persen sepanjang periode Januari sampai September 2025.
"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto pada triwulan III tahun 2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.060 triliun, kemudian atas dasar harga konstan Rp 3.444,8 triliun sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III tahun 2025 bila dibandingkan dengan triwulan III tahun 2024 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,04 persen," jelasnya.
Berita Terkait
-
Stimulus Baru Pemerintah Dorong Rupiah Hajar Dolar AS Hari Ini
-
Satu Tahun Kinerja Prabowo - Gibran, Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS
-
Rupiah Terkapar Lemah Lawan Dolar AS Jelang Akhir Pekan, Ini Pendorongnya
-
Rupiah Ditutup Meriang Sore Ini Lawan Dolar Amerika, Sentuh Level Rp 16.581
-
Rupiah Dibuka Perkasa Lawan Dolar AS, Didorong Sentimen Ini
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?
-
Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja
-
Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing