- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan Senin, 24 November 2025, mencapai level 8.458, dengan 303 saham naik.
- IHSG diproyeksikan bergerak konsolidatif dalam sepekan ke depan pada rentang 8.350 hingga 8.450 berdasarkan indikator teknikal.
- Pasar global mendapat sentimen positif dari Wall Street terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed Desember 2025.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau di awal sesi perdagangan Senin, 24 November 2025. IHSG melesat ke level 8.458.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, masih betah di zona hijau ke level 0,34 persen di level 8.442.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,95 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,53 triliun, serta frekuensi sebanyak 172.800 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 303 saham bergerak naik, sedangkan 199 saham mengalami penurunan, dan 454 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ARKO, BOGA, BR, BUKK, CBDK, DSSA, GGRM, NICK, PANI, PKPK, RAJA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, BESS, BMRI, BYAN, COIN, DATA, GMTD, IKBI, INCO, NFCX, PGJO, PURI, RISE
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak konsolidatif selama sepekan ke depan, dengan rentang pergerakan di level 8.350–8.450.
Menurut riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal, indikator MACD tercatat membentuk death cross, sementara Stochastic RSI berada di area pivot. IHSG juga ditutup di bawah MA5, sehingga peluang indeks tertahan di area konsolidasi masih cukup besar.
Baca Juga: BMRI Mau Buyback Saham Rp1,17 Triliun, Analis Bilang Begini
"IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi di kisaran 8.350–8.450 dalam jangka pendek, selama belum mampu ditutup di atas level 8.450 dengan didukung volume dan katalis baru," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Dari pasar global, bursa Wall Street ditutup menguat signifikan pada Jumat (21/11) setelah sempat berfluktuasi sepanjang pekan. Sentimen positif muncul usai Presiden The Fed New York menyampaikan pandangan yang mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Desember 2025.
Peluang penurunan suku bunga tersebut melonjak menjadi lebih dari 70 persen, berdasarkan alat CME FedWatch. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turut turun lebih dari 4 bps ke 4,063%.
Harga emas spot stabil di sekitar USD 4.079 per troy ons, setelah sebelumnya sempat terkoreksi lebih dari 1 persen.
Pada pekan ini, pasar Amerika Serikat juga akan menghadapi libur panjang Thanksgiving. Bursa AS akan tutup pada Kamis (27/11) dan beroperasi lebih singkat pada Jumat (28/11).
Sementara itu, investor menantikan sederet data ekonomi penting yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan federal, antara lain PPI, retail sales, dan durable goods orders untuk bulan September.
Dari dalam negeri, pemerintah melaporkan defisit APBN 2025 mencapai Rp 479,7 triliun atau 2,02 persen dari PDB hingga akhir Oktober. Angka ini meningkat dibanding bulan sebelumnya, tetapi masih berada jauh di bawah batas maksimal defisit di 2,78 persen dari PDB.
Phintraco menilai kondisi ini tidak memberikan tekanan signifikan terhadap pasar, namun tetap menjadi parameter penting yang diperhatikan pelaku pasar.
Untuk pekan ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan:
- MDKA
- SMGR
- HMSP
- PGEO
- EMTK
- CBDK
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating
-
Kementerian ESDM: Perusahaan Amerika Tetap Harus Investasi Jika Mau Akses Mineral Kritis Indonesia
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%
-
Indeks Kepercayaan Industri Merosot di Februari ke Level 54,02
-
Tanpa Tim HR, UKM Kini Bisa Rekrut Karyawan Pakai AI
-
Menkop Mau Evaluasi Jarak Alfamart-Indomaret dengan Pasar Tradisional
-
Gandeng Inggris, OJK Pecut Perbankan Percepat Pembiayaan Iklim
-
56,3 Juta Pengguna QRIS, Indonesia Jadi Target Ekspansi AI Perbankan