-
Langkah Prabowo–Pertamina memasuki fase baru penegakan tata kelola energi.
-
Negara kini berhadapan dengan “konglomerat hitam migas” yang kuasai ekonomi ilegal.
-
Prabowo lakukan reset besar untuk kembalikan kontrol negara atas migas dan tambang.
Suara.com - Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), Adib Miftahul, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto bersama Pertamina tengah memasuki fase baru dalam penegakan tata kelola energi nasional.
Ia menyebut pemerintah kini berhadapan langsung dengan kelompok yang disebutnya sebagai “konglomerat hitam migas” yang selama puluhan tahun menguasai aliran ekonomi energi secara ilegal.
Adib mengatakan upaya tersebut bukan sekadar penertiban administratif, tetapi sebuah reset besar yang bertujuan mengembalikan kontrol negara atas sumber daya strategis, termasuk migas dan tambang. Menurutnya, Prabowo kini tengah mengeksekusi langkah yang sejak masa kampanye selalu ia suarakan: membersihkan kebocoran di sektor energi.
“Prabowo sedang mereset ulang sumber daya ekonomi Indonesia. Dari migas, tambang, sampai efisiensi anggaran pemda. Semua ditata ulang, dimainkan ulang, dan pemain-pemain yang tidak sesuai regulasi dihentikan. Ini bukan sekadar penertiban, ini pembersihan struktural,” ujar Adib kepada wartawan, Rabu (26/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa perombakan yang dilakukan pemerintah merupakan overhaul total atas rantai pasok migas, distribusi, lifting, hingga tata kelola anggaran daerah. Hal ini sekaligus menandai perubahan orientasi Pertamina yang kini didorong menjadi ujung tombak penanganan kebocoran di sektor energi.
“Prabowo selalu menyinggung kebocoran migas. Nah, apa yang dilakukan saat ini adalah implementasi janji itu. Pertamina diberi ruang penuh untuk bertindak, dan dibackup oleh Presiden serta aparat hukum,” ungkapnya.
Adib menegaskan bahwa dinamika yang terjadi saat ini bukan sekadar tarik-menarik antar-elite politik, tetapi pertarungan langsung antara negara dan jaringan bisnis gelap yang selama ini menikmati kekayaan alam di luar aturan. Ia menyebut keberadaan kelompok tersebut sebagai aktor lama yang sangat kuat.
“Musuh Prabowo itu satu sekarang: konglomerat-konglomerat hitam yang menikmati kekayaan alam tidak sesuai aturan. Mereka ini godfather-godfather lama yang tidak mau kehilangan akses,” tegasnya.
Ia menilai pembersihan yang dilakukan pemerintah akan berlangsung panjang. Namun Adib meminta publik melihat proses ini sebagai bagian dari pemulihan sistem negara, bukan sekadar kegaduhan politik sesaat. Menurutnya, konsistensi pemerintah dalam menjalankan agenda ini akan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
Baca Juga: Pengacara Komisaris PT Jenggala Maritim Nilai Dakwaan Soal Fee Sewa Kapal Tak Terbukti
“Ini fase penting. Prabowo sedang merapikan ulang semuanya, dari hulu ke hilir. Sumber daya negara harus kembali ke negara, bukan ke sekelompok konglomerat hitam. Ini proses yang berat, tapi sangat tepat,” ucap Adib.
Meski begitu, Adib mengakui bahwa langkah tegas pemerintah hampir pasti memicu resistensi. Kelompok yang selama ini menikmati aliran dana triliunan rupiah melalui praktik ilegal migas disebut tidak tinggal diam.
“Selama ini mereka menikmati hasil empuk dari pengelolaan migas yang tidak sesuai aturan. Begitu disetop, pasti marah. Apalagi uangnya bukan miliaran, tapi bisa triliunan. Maka serangan balik pasti terjadi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa reaksi tersebut kini tampak melalui perang opini di ruang digital. Menurut Adib, media sosial sedang dipenuhi narasi liar yang bertujuan membalikkan persepsi publik.
“Ini era post-truth. Kebenaran dibolak-balik lewat medsos. Ketika sumber uang mereka terganggu, mereka menyerang melalui opini publik, narasi liar, buzzer. Itu bentuk perlawanan yang sangat kelihatan sekarang,” tambahnya.
Adib juga menilai bahwa sinyal politik dari Prabowo kepada aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung, sudah sangat jelas. Ia menyebut lembaga itu kini bergerak agresif menjalankan arahan Presiden untuk menindak mafia sumber daya.
“Kejaksaan sedang on fire menjalankan perintah Prabowo. Mafia migas dihantam, mafia tambang ditindak, asetnya disita. Ini era bersih-bersih, dan kejaksaan bergerak mengikuti arahan Prabowo,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis
-
Investor Bitcoin Mulai Tinggalkan FOMO, Fokus ke Riset dan Strategi
-
Insentif Kendaraan Listrik Mundur ke Juli, Kemenperin Klaim Investor Masih Optimistis
-
Penutupan Alfamart Dikaitkan dengan KDMP, Perang Ritel Mulai Terjadi?
-
Bank Investasi China Berikan Pinjaman Rp71,5 Triliun untuk Indonesia, Mau Buat Apa?
-
BUMN Dana Pensiun Perluas Bantuan Hunian ke Pensiunan
-
Pertamina Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada hari raya Iduladha 2026
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.870 Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
-
Cukai Tak Naik Jadi Angin Segar, Kinerja Industri Rokok Disebut Masih Tinggi