- Sekelompok warga mendatangi pabrik VinFast di Subang pada Selasa (16/12/2025) menuntut realisasi penyerapan tenaga kerja lokal.
- Manajemen VinFast belum memberikan keterangan resmi terkait insiden demonstrasi warga yang meminta prioritas.
- VinFast telah menginvestasikan awal Rp4,8 triliun dan berencana menyerap hingga 15.000 pekerja setelah beroperasi penuh.
Lebih lanjut, Kariyanto menegaskan komitmen jangka panjang VinFast di Indonesia dengan total rencana investasi mencapai Rp16 triliun hingga seluruh fase selesai. Jika sudah beroperasi penuh, penyerapan tenaga kerja diperkirakan mampu mencapai 5.000 hingga 15.000 orang, dengan kapasitas produksi melonjak hingga 350.000 unit kendaraan per tahun.
Prioritas Warga Jawa Barat dan Transfer Teknologi
Terkait isu tenaga kerja yang kini sedang memanas, Kariyanto sebenarnya telah menyatakan bahwa VinFast mengedepankan sumber daya lokal. Perusahaan berencana melakukan transfer teknologi agar masyarakat sekitar mampu bersaing di industri kendaraan listrik (EV).
"Secara penyerapan tenaga kerja tentu kita prioritaskan lokal baik dari masyarakat Subang pada khususnya dan warga Jawa Barat pada umumnya," terangnya.
Pabrik Subang ini nantinya akan menjadi pusat produksi berbagai model andalan VinFast, mulai dari VF3, VF5, VF6, hingga VF7.
Selain itu, VinFast juga berencana merakit model MPV Limo Green yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia yang sangat meminati kendaraan segmen MPV.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri