- Visa memprediksi tren pembayaran digital Indonesia tahun 2026, menyoroti peningkatan transaksi aman saat bepergian.
- Dompet digital menjadi metode pembayaran utama di Indonesia, dengan rata-rata pengguna memanfaatkan tiga aplikasi berbeda.
- Generasi Z mendorong tren baru melalui wirausaha dan adopsi pembayaran digital untuk transaksi lokal maupun global.
Suara.com - Visa, pemimpin global dalam pembayaran digital, meluncurkan outlook atau pandangan terkait tren utama yang akan menentukan bagaimana orang Indonesia melakukan pembayaran tahun 2026.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasar, mengatakan dengan semakin banyaknya orang Indonesia melakukan perjalanan ke destinasi regional hingga tujuan wisata yang lebih jauh lagi.
Adapun, pembayaran digital bakal banyak diminanti dalam bertransaksi.
"Pembayaran digital tetap memainkan peran penting dalam membantu konsumen bertransaksi dengan aman dan nyaman, baik di dalam maupun luar negeri," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (1/1/2025).
Berikut adalah hasil temuan dan wawasan yang terangkum dalam Laporan Green Shoots Radar terbaru dari Visa:
1. Dompet digital meroket: Orang Indonesia beralih sepenuhnya ke pembayaran digital
Dompet digital kini menjadi metode pembayaran utama di Indonesia. Rata-rata, setiap orang menggunakan tiga aplikasi dompet berbeda.
Ini menunjukkan pergeseran kuat ke pembayaran digital untuk transaksi sehari-hari, karena konsumen menginginkan pembayaran yang praktis dan tanpa kontak.
2. Social commerce mendominasi: belanja terjadi di aplikasi dan media sosial
Baca Juga: Penolakan Pembayaran Tunai, Wamendag Tegaskan Uang Cash Masih Berlaku di Pasar
Belanja online sudah menjadi sebuah kebiasaan, dan Indonesia memimpin Asia Tenggara dalam e-commerce berbasis mobile.
Sebanyak 86 persen konsumen menggunakan aplikasi belanja, dan hampir setengahnya bertransaksi langsung melalui platform media sosial.
3. Gen Z memicu era finansial baru: wirausaha dan serba digital
Gen Z menetapkan prioritas finansial baru, dengan lebih dari separuh responden berencana memulai bisnis atau usaha sampingan.
Mereka juga mengadopsi pembayaran digital seperti dompet digital dan QR code, serta mengharapkan solusi pembayaran yang diterima secara global saat bepergian.
4. Media sosial mengatur agenda finansial: keputusan uang dipengaruhi komunitas digital
Berita Terkait
-
Fox Logger Gandeng Paper.id Tingkatkan Layanan Pelanggan Melalui E-Invoice dan Pembayaran Digital
-
Jawab Tantangan di Era Digitalisasi, Bank DKI Hadirkan Ragam Inovasi Transaksi Pembayaran Digital
-
ShopeePay Jadi Layanan Pembayaran Digital Pertama yang Terintegrasi dengan BI-Fast
-
Akselerasi Bisnis Pembayaran Digital, Bank DKI Gandeng BC Card Asia Pacific
-
Taspen dan MNC Bank Hadirkan Layanan Pembayaran Digital Pertama Bagi ASN dan Pensiunan
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram
-
Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan
-
Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali
-
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
-
Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!
-
Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak
-
OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok
-
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
-
DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain