Bisnis / Inspiratif
Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:00 WIB
ASN [Ist]
Baca 10 detik
  • BKN memperkuat ekosistem digital ASN di awal 2026 dengan platform ASN Digital yang mengintegrasikan berbagai layanan kepegawaian terpusat.
  • Platform asndigital.bkn.go.id mewajibkan Multi Factor Authentication (MFA) menggunakan OTP untuk menjaga kerahasiaan data sensitif kepegawaian.
  • Kendala akses umum seperti OTP salah dapat diselesaikan melalui sinkronisasi waktu atau reset MFA melalui unit kepegawaian instansi terkait.

Suara.com - Memasuki awal tahun 2026, Badan Kepegawaian Negara (BKN) semakin memperkuat ekosistem digital bagi Aparatur Sipil Negara melalui platform ASN Digital.

Kehadiran portal ini menjadi tonggak sejarah baru dalam efisiensi birokrasi, di mana seluruh layanan manajemen kepegawaian kini dipusatkan dalam satu pintu.

Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), memahami mekanisme penggunaan platform ini sangatlah krusial.

ASN Digital tidak hanya berfungsi sebagai gudang data, tetapi juga mengintegrasikan berbagai sistem yang sebelumnya berdiri sendiri seperti MyASN, SIASN, hingga e-Kinerja.

Dengan integrasi ini, pengguna tidak lagi perlu repot menghafal banyak alamat situs atau melakukan login berulang kali di platform yang berbeda.

Salah satu aspek yang paling menonjol dari ASN Digital adalah protokol keamanannya yang sangat ketat. Seluruh akses menuju laman asndigital.bkn.go.id wajib menggunakan sistem keamanan Multi Factor Authentication (MFA).

MFA adalah lapisan keamanan ganda yang memastikan bahwa akun Anda tidak hanya terlindungi oleh kata sandi (password), tetapi juga memerlukan verifikasi tambahan secara real-time.

Dalam konteks ASN Digital, verifikasi tambahan ini dilakukan melalui kode sekali pakai atau One-Time Password (OTP) yang dihasilkan secara dinamis melalui aplikasi autentikator.

Langkah ini diambil BKN untuk meminimalisir risiko peretasan data kepegawaian yang bersifat rahasia dan sensitif.

Baca Juga: Anggaran THR dan Gaji Ke-13 Guru ASN Ditambah Rp7,66 T, Ini Ketentuannya

Aktivasi MFA dan Login ASN Digital

Sebelum Anda dapat memanfaatkan seluruh fitur di ASN Digital, Anda harus melakukan aktivasi MFA terlebih dahulu. Proses ini hanya perlu dilakukan satu kali di awal penggunaan. Berikut adalah panduan proseduralnya:

1. Persiapan Perangkat Lunak Unduh aplikasi autentikator pada smartphone Anda. Sangat disarankan untuk menggunakan Google Authenticator yang tersedia secara gratis di Google Play Store maupun App Store. Aplikasi ini akan menjadi penghasil kode OTP unik setiap kali Anda hendak masuk ke sistem.

2. Akses Laman Resmi Gunakan peramban (browser) terbaru pada laptop atau komputer, lalu kunjungi situs resmi di asndigital.bkn.go.id. Pastikan koneksi internet Anda stabil untuk menghindari kegagalan sinkronisasi data.

3. Proses Autentikasi Awal Setelah laman terbuka, klik ikon BKN dan pilih tombol Login. Masukkan nama pengguna (username) dan kata sandi yang biasanya Anda gunakan untuk mengakses layanan MyASN. Pada tahap awal ini, biarkan kolom OTP kosong terlebih dahulu jika Anda belum menghubungkan akun dengan aplikasi autentikator.

4. Sinkronisasi dengan Google Authenticator Sistem akan menampilkan kode QR pada layar komputer. Buka aplikasi Google Authenticator di ponsel, pilih ikon tambah (+), lalu arahkan kamera untuk memindai kode QR tersebut.

Load More