- IHSG ditutup melemah 0,2 persen ke level 8.992 pada Kamis, 22 Januari 2026, akibat aksi ambil untung investor.
- Rupiah menguat tipis ke Rp16.885 per dolar AS didukung keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan.
- Perdagangan hari itu mencatat transaksi 37,94 triliun rupiah dengan 68,58 miliar saham diperdagangkan.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot pada akhir perdagangan, Kamis, 22 Januari 2026. Pelemahan ini masih disumbang oleh aksi ambil untuk para investor.
IHSG ditutup melemah tipis 0,2 persen ke level 8.992 setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Penguatan terbesar tercatat pada saham-saham sektor noncyclical, sementara sektor energi menjadi pemberat utama dengan koreksi paling dalam.
Dikutip dari riset Phintraco Sekuritas, secara teknikal, IHSG masih ditutup di bawah rata-rata pergerakan lima hari (MA5). Selain itu, indikator MACD berpotensi membentuk pola death cross, yang mengindikasikan tekanan lanjutan masih mungkin terjadi.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan koreksi dengan menguji area support di kisaran 8.850–8.950. Sementara itu, level resistance berada di area 9.050 dengan pivot di level 8.950.
Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat ke level Rp16.885 per dolar AS pada Kamis (22/1/2026). Penguatan terjadi meski indeks dolar AS tercatat menguat.
Mayoritas mata uang Asia juga bergerak positif, didorong oleh keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate, serta komitmen bank sentral untuk tidak ragu melakukan intervensi guna menjaga stabilitas rupiah.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data M2 Money Supply Indonesia untuk periode Desember 2025 yang dijadwalkan pada Jumat (23/1/2026).
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 68,58 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 37,94 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,99 juta kali.
Baca Juga: Asing Mulai Kabur, Saham BUMI Kebakaran Harganya Udah Jeblok ke Rp 350-an
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 360 saham bergerak naik, sedangkan 353 saham mengalami penurunan, dan 245 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, LAJU, LPKE, DAAZ, RMKO, ADGR, GOLF, PUDP, VISI, AIMS, LPCK, UANG.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, KDTN, KIOS, WINE, CBPE, INAI, HDIT, ESIP, SCNP, PTRO, STAR, SOHO.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Menperin: Kuasai 79% Pasar, Industri Pati Ubi Kayu Masih Terjepit Impor
-
Rupiah Menguat ke Level Rp 16.895, Sentimen Global Jadi Penopang
-
Purbaya Blak-blakan Bisa Pantau Rekening Pejabat Kemenkeu: Jadi Tak Bisa Sembunyi Lagi
-
Purbaya Minta Pegawai DJP Tak Takut Tagih Pajak: Kita Bekingnya Presiden Langsung!
-
Purbaya Rombak Pejabat Pajak usai Kena OTT KPK, Ancam Mutasi Besar-besaran
-
Pipa Bocor di Sumatera, RI Terancam Kehilangan Produksi Minyak 2 Juta Barel
-
Rp101,4 Triliun untuk BUMN Tekstil Baru, Saham-saham Ini Terbang!
-
Asing Mulai Kabur, Saham BUMI Kebakaran Harganya Udah Jeblok ke Rp 350-an
-
Utilisasi Baru 43%, Kemenperin Pacu Industrialisasi Pati Ubi Kayu Nasional
-
UNTR Siapkan Dana Buyback Rp2 Triliun Pasca Pelemahan Harga Saham