Suara.com - Semangat untuk berkembang dan memiliki usaha sendiri terus menyala di banyak perempuan Indonesia, yang berani memulai dari langkah kecil dengan harapan besar. Dengan ketekunan dan dukungan yang tepat dan berkelanjutan, mimpi sederhana untuk membantu ekonomi keluarga dapat tumbuh menjadi usaha yang lebih berdampak besar bagi keluarga, dan masyarakat sekitar.
Pendekatan inilah yang terus didorong PNM melalui pendampingan usaha bagi jutaan perempuan prasejahtera agar mampu berdaya secara mandiri dan perlahan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Salah satu kisah itu tercermin dari perjalanan Ibu Murni, seorang ibu rumah tangga yang sejak lama berupaya membantu perekonomian keluarga. Sejak 2012, ia mulai berjualan kue basah secara kecil-kecilan dari rumah. Namun pada 2017, usahanya sempat goyah dan berhenti berjualan karena kekurangan modal.
Pertemuan dengan petugas lapangan yang menggunakan baju putih biru kala melakukan sosialisasi pembiayaan usaha menjadi titik balik. Dengan pinjaman awal sebesar Rp2 juta, Ibu Murni kembali menata usahanya. 9 Tahun kemudian, pembiayaannya telah berkembang menjadi Rp10 juta, seiring bertambahnya omset serta jenis produk yang dijual, mulai dari kue kering hingga inovasi terbaru berupa peyek koin.
Tak hanya berkembang dari sisi produksi, usaha Ibu Murni juga semakin tertata secara legalitas. Ia telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal untuk produknya. Hal yang kerap luput dalam level usaha ultra mikro. Selain memperoleh modal, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan dan bazar yang difasilitasi PNM, yang membantunya memahami pengemasan, pemasaran, hingga perluasan jaringan pelanggan. Ia mengatakan dirinya sangat bersyukur bisa bertemu PNM Mekaar.
Dari yang awalnya bingung mencari modal, sekarang usahanya makin berkembang, dan memberikan kebermanfaatan bagi keluarganya. Semangat inilah yang membuat PNM terus mencoba memberikan kebermanfaatannya agar semakin banyak kisah Ibu Murni lainnya diseluruh penjuru negeri.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria, menyampaikan bahwa kisah seperti Ibu Murni menjadi gambaran nyata bagaimana intervensi sosial dan ekonomi untuk ibu-ibu berdampak langsung pada ketahanan ekonomi keluarga.
“PNM percaya setiap ibu-ibu memiliki potensi besar untuk berkembang ketika diberi akses permodalan, pendampingan, dan yang terpenting kesempatan. Upaya ini bukan hanya tentang usaha yang tumbuh, tetapi tentang perubahan kualitas hidup keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui komitmen tersebut, PNM terus mendorong lahirnya lebih banyak perempuan tangguh yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri dan membawa keluarganya menuju kondisi yang lebih sejahtera. ***
Baca Juga: Pendampingan PNM Dirasakan Langsung oleh Perempuan Pesisir Kaltim
Berita Terkait
-
Pendampingan PNM Dirasakan Langsung oleh Perempuan Pesisir Kaltim
-
"Belajar di Lantai, Tapi Mimpi Harus Setinggi Langit" Kisah Ibu Inspiratif PNM
-
PNM Buktikan Pemberdayaan Buka Jalan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
-
PNM Dorong Pemberdayaan Program ULaMM untuk Menguatkan UMKM
-
Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas, Strategi PNM Perkuat Gizi Masyarakat
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026