Suara.com - Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga menjadi salah satu fokus utama pembangunan sosial di Indonesia di tengah dinamika harga bahan pokok dan disparitas akses pangan di wilayah urban dan rural. Data hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan bahwa prevalensi stunting nasional pada anak usia bawah lima tahun turun menjadi 19,8 persen, meskipun masih di atas target nasional, yang menunjukkan ketidakmerataan pemenuhan gizi seimbang di berbagai daerah di Indonesia. Stunting ini masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada perkembangan kognitif dan kapasitas produktif generasi mendatang.
Dalam upaya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir melalui program Rumah Pangan, Pekarangan Bergizi, dan Lorong Mekaar. Sepanjang tahun 2025, program ketahanan pangan ini telah menjangkau 1.264 penerima manfaat di 27 titik sebaran Rumah Pangan, dengan beragam komoditas yang dibudidayakan oleh nasabah dan komunitas setempat, seperti ayam petelur, budidaya ikan, sayuran dan buah-buahan. Program ini dirancang untuk tidak hanya mencukupi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga meningkatkan kapasitas ekonomi rumah tangga melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara produktif.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah ibu-ibu nasabah PNM Mekaar Semarang di wilayah Kopeng yang mengikuti pendampingan melalui Rumah Pangan PNM. Mereka menyampaikan bahwa program tersebut membuka peluang bagi keluarga untuk lebih berdaya dalam pemenuhan pangan.
“Dengan adanya program ini, kami tidak hanya belajar teknik budidaya yang tepat, tetapi juga dapat memanfaatkan hasil panen sayur dan ayam petelur untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Setelah kebutuhan rumah tangga terpenuhi, sebagian hasil panen juga bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga,” ujar Laksmi, salah satu nasabah yang aktif dalam kelompok budidaya sayur dan ayam petelur.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga terus diperkuat. “Kami melihat kebutuhan gizi masyarakat sangat penting, dan hal ini selaras dengan Asta Cita Presiden Bapak Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kami terus meningkatkan program-program untuk memberikan kebutuhan gizi masyarakat di desa-desa melalui program Rumah Pangan PNM. Kami berharap setiap penerima manfaat dapat berdaya secara ekonomi dan gizi,” ujar Dodot.
Program Rumah Pangan, Pekarangan Bergizi, dan Lorong Mekaar PNM telah menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis komunitas mampu menciptakan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa. Pendekatan ini yang memadukan ketersediaan pangan bergizi berbasis lokal, pelatihan teknis, serta peluang ekonomi dari hasil usaha telah mendorong perubahan positif dalam kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dan meningkatkan kualitas hidup mereka.***
Tag
Berita Terkait
-
Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Jadi Ciri Khas PNM di Industri Keuangan
-
PNM Perluas Pemberdayaan Perempuan di Maluku Utara
-
Geopolitik Global Memanas, AWKI Dorong Penguatan UMKM hingga Ketahanan Pangan
-
Pemerintah Diminta Waspadai El Nino, Produksi Padi Terancam Turun
-
Lewat MVP PNM, 1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu Sebagai Pahlawan Keluarga
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?