- CIO BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan investor asing sangat khawatir pada saham gorengan dengan valuasi P/E ratio sangat tinggi.
- MSCI juga menyoroti saham-saham tersebut sebagai uninvestability karena valuasi tidak masuk akal meskipun direkomendasikan tidak menarik.
- Direktur BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bursa mendukung penegakan hukum terhadap segala bentuk praktik manipulasi di pasar modal.
Suara.com - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Pandu Sjahrir, mengakui investor asing sangat khawatir dengan kehadiran saham gorengan.
Menurutnya, para investor pun bertanya-tanya, ada saham yang tiba-tiba melonjak, tapi tidak memliki sentimen dibelakanganya.
"Dan itu banyakan memang masukan-masukan dari investor-investor asing yang merasa kok ini bisa valuasi price to earning bisa sampai ribuan lebih," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta yang dikutip, Selasa (3/2/2026).
"Jadi sebenarnya lebih kalau disebut bahasa saham gorengan itu ke sana. Tapi yang saya bilang juga, yang saya sebut 2 hari terakhir, don't hate the player, hate the game," sambung Pandu.
Mantan Bos emiten TOBA ini melanjutkan, saham gorangan ini juga menjadi perhatian serius oleh dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sebab, ia melihat, dari sisi MSCI sudah merekomendasi suatu saham itu tidak menarik, tapi pergerakan valuasi maupun transaksinya justru melonjak.
"Saham gorengan itu disebut di mana? Banyakan dari sisi investor. Atau kalau MSCI sebutnya uninvestability. Kenapa? Karena mungkin secara valuasi sangat tinggi. Valuasi itu apa? Misalnya secara EV (Enterprise Value) to sales, EV to EBITDA, atau price to earning ratio yang sangat tinggi. Apakah itu make sense? Sebenarnya kan itu," ucapnya.
Menurut Pandu, pasar saham memang menjadi salah satu pilihan Danantara untuk berinvestasi. Akan tetapi, dirinya ingin berinvestasi dengan saham-saham yang memang miliki fundamental kuat, dan harganya dibentuk alami di pasar, serta sesuai kinerja.
"Kita ingin masukkan investment. Perusahaan-perusahaan memiliki fundamental yang sangat baik, company yang sangat baik, dengan valuasi yang menarik, dan terakhir likuiditas yang bagus. Itu juga sangat penting," imbuhnya.
Baca Juga: OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
Saham Gorengan Ditindak
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan mendukung setiap proses hukum dalam upaya memberantas praktik goreng saham.
Menurutnya, segala kegiatan manipulasi masuk dalam pelanggaran di pasar modal.
"Bursa selalu mendukung setiap upaya penegakan hukum," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Dia menjelaskan, manipulasi pasar tidak melihat kelompok tertentu. Ia pun menegaskan setiap pihak yang melakukan manipulasi masuk dalam kategori kejahatan di pasar modal.
"Manipulasi pasar tidak melihat pada kelompok tertentu. Tetapi setiap pihak yang melakukan manipulasi harga di pasar, melakukan kejahatan pasar modal," bebernya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Prabowo Minta Bank Himbara Tak Hanya Kejar Laba, tapi Juga Rangkul UMKM
-
Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market
-
BI Rate Naik ke 5,75 Persen, CEO Danantara Minta Penyaluran Kredit Tetap Terjaga
-
Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran
-
Usai Hotel Sultan, Lapangan Golf Ottolima di Senayan Diminta Dievaluasi
-
Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI
-
Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan
-
Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%
-
MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana
-
Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO