- CIO BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan anjloknya pasar saham adalah waktu tepat bagi investor untuk membeli saham fundamental baik.
- Pandu menegaskan investor harus fokus pada investasi jangka menengah hingga panjang, bukan sekadar melihat pergerakan harian.
- IHSG ditutup melemah tajam 4,88 persen ke 7.922,73 pada Senin (2/2/2026) akibat sentimen negatif pasar domestik.
Suara.com - CIO BPI Danantara, Pandu Sjahrir, meminta para investor tidak khawatir dengan anjloknya pasar saham RI. Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk memborong saham (buy).
"Jangan karena sehari melihat ‘Oh, hari ini mungkin merah’, tapi untuk saham-saham yang punya valuasi yang baik, fundamental yang baik, likuiditas yang baik, maybe it’s a good time to buy," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2/2026).
Menurut Pandu, kondisi fundamental baik ekonomi dan pasar saham investasi dinilai masih sangat kuat. Sehingga, tidak perlu merasa risau dengan kondisi anjloknya pasar saham.
Telebih, dalam melakukan investasi di pasar saham, para investor jangan hanya memikirkan jangan pendek saja tetapi, untuk masa depan.
"Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan. Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham dan ini bagus lah juga untuk pemikiran buat teman-teman, jangan hanya melihat short-term. Investasi itu harus memikir medium to long-term," bebernya.
Pandu juga memang, banyak saham-saham yang memiliki fundamental baik, justru tetap menghijau di pasar saham. Sedangkan, saham-saham yang kebakaran dinilainya justru masuk dalam kategori tak layak untuk diinvestasikan.
"Tapi kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif. Jadi ini menarik juga kalau lihat top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita bicarakan hari Minggu kemarin malah memang sekarang mulai terjadi," ucapnya.
Maka dari itu, Pandu menyarankan, para investor untuk segera berinvestasi di saham-saham yang memiliki fundamentalyang kuat.
"Untuk saham-saham yang valuasinya menarik dan fundamental kuat, justru ini bisa menjadi momentum membeli. Dan pelaku pasar sudah mulai melakukan itu," imbuhnya.
Baca Juga: Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (2/2). IHSG terkoreksi 4,88 persen ke level 7.922,73, seiring masih kuatnya sentimen negatif yang menekan pasar saham domestik.
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 48,09 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,12 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,89 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 63 saham bergerak naik, sedangkan 753 saham mengalami penurunan, dan 142 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, INTD, SOHO, SWID, EDGE, NICK, RUNS, LFLO, GULA, TIRA, AADI, UNVR.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, CUAN, ENRG, FILM, GTSI, INOV, MBMA, NSSS, POLU, VKTR, MORA, FAST.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Penasihat Presiden Cari Karyawan Korban PHK TikTok Tokopedia
-
Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Bulog Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke
-
BULOG Tindak Lanjuti Laporan Warga di Karawang, Perkuat Pengendalian Hama Gudang
-
Prambanan Jazz Festival Kembali Hadir, Pengunjung Bisa Nikmati Berbagai Promo lewat BRImo
-
Ekonom CORE Minta Danantara Buka Laporan Keuangan 2025, Buktikan Diri SWF Global
-
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud, Setiap Indikasi Korupsi Dilaporkan ke APH
-
Legalisasi Sumur Minyak Rakyat Dinilai Jadi Titik Balik Industri Migas
-
Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global