- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin fundamental ekonomi Indonesia kuat meskipun terjadi gejolak pasar.
- Pemerintah fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bukan mengendalikan harga saham langsung.
- Kinerja sektor riil positif, ditunjukkan dengan PMI manufaktur yang terus berada di zona ekspansi (52,3).
Suara.com - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku yakin dengan ketahanan fundamental ekonomi Indonesia. Ia meminta publik dan pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap gejolak yang sempat terjadi belakangan imbas kebijakan MSCI.
Menurut Purbaya, pemerintah tidak berada pada posisi untuk mengendalikan harga saham secara langsung. Fokus utama kebijakan, kata dia, adalah memastikan ekonomi bergerak lebih cepat dan berkelanjutan.
"Saya tidak mengendalikan harga saham. Tapi saya memastikan ekonominya bergerak lebih cepat," ujar Purbaya usai acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Mantan Ketua LPS ini menjelaskan, ketika pondasi ekonomi kuat dan pertumbuhan terjaga, kinerja perusahaan yang tercatat di bursa akan ikut membaik. Kondisi tersebut pada akhirnya akan tercermin secara alami pada pergerakan harga saham.
Purbaya menilai, investor akan masuk ke pasar ketika melihat prospek pertumbuhan ekonomi yang positif. Karena itu, penguatan fundamental dinilai jauh lebih penting dibandingkan intervensi jangka pendek terhadap pasar.
Ia juga menanggapi guncangan yang sempat terjadi di pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Purbaya, kondisi tersebut tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan.
"Jadi kemarin goncangan-goncangan itu, enggak usah terlalu khawatir. Pondasi ekonomi makin ke sana, masih makin cepat," ucapnya.
Sebagai indikator, Purbaya menyinggung kinerja sektor riil yang terus menunjukkan perbaikan. Ia menyebut data Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansi.
"Anda lihat sekarang PMI baru keluar kan? Berapa? 52,3 ya? Sebelumnya 51. Sudah di atas 50 terus, di atas 50 terus," katanya.
Baca Juga: Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel
Menurut Purbaya, capaian PMI tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi masih bergerak positif. Dengan tren tersebut, ia optimistis pertumbuhan ekonomi ke depan tetap terjaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
-
Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Hashim: 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Sepihak Satgas PKH Bisa Ajukan Keberatan