- IHSG ditutup menguat signifikan di 8.122 pada Selasa, 3 Februari 2026, didukung sentimen positif pasar Asia dan komoditas.
- Penguatan indeks didorong oleh harapan reformasi pasar modal dan aksi pembelian kembali saham murah oleh investor.
- Secara teknikal, IHSG berhasil menembus level psikologis 8.000 serta bertahan di atas rata-rata 200 hari.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya rebound di atas level psikologis 8.000 pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122, setelah sempat dibuka melemah di awal sesi.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah sentimen positif, mulai dari menguatnya indeks di bursa Asia, rebound harga komoditas, hingga harapan pemulihan pasar modal Indonesia seiring rencana langkah reformasi serta pertemuan otoritas pasar dengan MSCI.
Selain itu, aksi bargain hunting pada saham-saham yang dinilai sudah relatif murah turut mendorong pergerakan indeks.
Phintraco mencatat seluruh sektor mencatatkan kenaikan, dengan sektor basic materials menjadi penopang utama penguatan IHSG. Sejalan dengan pasar saham, nilai tukar rupiah juga ditutup menguat di level Rp16.754 per dolar AS di pasar spot.
Secara teknikal, Phintraco menilai Stochastic RSI IHSG telah membentuk golden cross di area oversold. IHSG juga sempat menembus level rata-rata pergerakan 200 hari (MA200) dan mampu bertahan ditutup di atas MA200 sekaligus di atas level psikologis 8.000.
"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi bergerak konsolidatif di rentang support 7.950 hingga resistance 8.400, dengan pivot di area 8.180," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 58,38 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,28 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,20 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 611 saham bergerak naik, sedangkan 121 saham mengalami penurunan, dan 160 saham tidak mengalami pergerakan.
Baca Juga: 4 Kriteria Market MSCI, Bursa Saham Indonesia Termasuk Mana?
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, LRNA, LMPI, SOHO, LEAD, GTSI, FUJI, NRCA, HUMI, CBDK, PADA, KICI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, NSSS, MORA, FILM, SSTM, UNIQ, ASLI, LINK, SWID, RMKO, GULA, INTD.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan
-
Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya
-
Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele
-
Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei
-
OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun
-
Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026