Suara.com - Cara cetak emas di Pegadaian terbaru sangat mudah dilakukan. Anda bisa melakukan seluruh prosesnya dengan HP sehingga tak perlu sering-sering datang ke Pegadaian terdekat.
Ya, belakangan emas memang sedang jadi investasi idaman. Harganya yang stabil membuat emas dianggap sebagai safe haven.
Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk berinvetasi emas adalah melalui Tabungan Emas Pegadaian. Aplikasi ini menyediakan tabungan emas yang di bawah Pegadaian, jadi keamanannya terjamin.
Anda juga bisa mencetaknya saat tabungan emas Anda sudah berada di gramasi tertentu.
Namun sebelum mengajukan pencetakan, ada baiknya memahami syarat, alur proses, hingga rincian biaya cetak emas Pegadaian. Dengan persiapan yang tepat, prosesnya akan terasa lebih mudah dan minim kendala.
Syarat Cetak Emas di Pegadaian
Layanan cetak emas hanya berlaku untuk nasabah dengan rekening Tabungan Emas yang masih aktif. Berikut beberapa ketentuan yang perlu dipenuhi:
- Membawa KTP sebagai identitas resmi.
- Memiliki buku Tabungan Emas atau akses ke aplikasi Pegadaian Digital.
- Mengisi formulir permohonan cetak emas.
- Menyisakan saldo minimal 0,1 gram agar rekening tetap aktif.
- Pencetakan bisa dilakukan langsung di outlet Pegadaian atau melalui sistem booking online di aplikasi.
Cara Cetak Emas di Pegadaian
Ada dua metode yang bisa Anda pilih, yakni datang langsung ke cabang atau melakukan pemesanan lewat aplikasi.
Baca Juga: Cara Cek Harga Gadai Laptop di Pegadaian, Mudah Bisa secara Online
1. Cetak Emas di Outlet Pegadaian
Jika ingin mengurusnya secara langsung, Anda bisa datang ke kantor Pegadaian terdekat. Kemudian, ikuti langkah berikut ini:
- Sampaikan tujuan untuk mencetak emas kepada petugas.
- Isi formulir pengajuan yang diberikan.
- Serahkan dokumen persyaratan.
- Pilih denominasi (berat emas) dan merek yang tersedia.
- Lakukan pembayaran biaya cetak sesuai pilihan.
- Tunggu hingga proses pencetakan selesai.
- Petugas biasanya akan menjelaskan estimasi waktu pengambilan emas.
2. Cetak Emas via Aplikasi Pegadaian Digital
Alternatif lainnya adalah booking online melalui aplikasi Pegadaian Digital. Cara ini lebih praktis karena Anda tidak perlu antre di kantor cabang.
- Buka aplikasi dan masuk ke menu Tabungan Emas.
- Pilih opsi Ambil Fisik.
- Tentukan rekening sumber, denominasi, merek emas, serta lokasi pengambilan.
- Periksa kembali data yang diinput.
- Masukkan PIN transaksi untuk konfirmasi.
- Jika berhasil, notifikasi akan muncul di layar.
Perlu diketahui, fitur booking ini hanya tersedia untuk akun premium.
Jika akun Anda masih reguler, lakukan upgrade terlebih dahulu melalui menu profil di aplikasi dengan mengunggah KTP, swafoto, mengisi data diri, memasukkan OTP, dan membuat PIN transaksi. Proses verifikasi biasanya memakan waktu maksimal 3x24 jam.
Daftar Biaya Cetak Emas Pegadaian
Pegadaian menyediakan beberapa pilihan merek emas batangan seperti UBS, Galeri 24, Lotus Archi, hingga Antam.
Setiap merek dan berat memiliki biaya cetak berbeda, mulai dari 1 gram sampai 1.000 gram.
Sebagai gambaran, biaya cetak emas 1 gram berkisar antara Rp90.000 hingga Rp180.000 tergantung merek.
Semakin besar denominasi yang dipilih, semakin tinggi pula biaya pencetakannya. Karena tarif bisa berubah sewaktu-waktu, sebaiknya cek langsung di outlet atau aplikasi sebelum melakukan transaksi.
Berapa Lama Proses Cetak Emas?
Estimasi waktu pencetakan umumnya hingga 60 hari atau sekitar dua bulan sejak pengajuan disetujui. Lama proses ini tergantung pada beberapa hal, antara lain:
- Ketersediaan stok emas
- Merek yang dipilih
- Berat atau denominasi emas
- Jika stok tersedia, proses bisa lebih cepat.
Mengapa Emas di Pegadaian Perlu Dicetak?
Sebenarnya ini hanya pilihan. Bagi beberapa orang, menyimpan emas fisik dianggap lebih aman dan menenangkan karena mereka punya barangnya.
Itulah cara cetak emas fisik di Pegadaian yang bisa Anda lakukan pada tahun 2026 ini. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Bulog Mulai Kirim Beras ke Arab Saudi pada 28 Februari
-
Defisit APBN Capai Rp 54,6 T per Januari 2026, Purbaya Klaim Masih Terkendali
-
Ekonom: Tarif Impor AS Bisa Tekan Rupiah dan Picu Kenaikan Harga Dalam Negeri
-
Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terburuk Februari Imbas Tarif Trump
-
7 Fakta Penting di Balik Proses Demutualisasi Bursa Efek Indonesia
-
IHSG Menghijau 1,35% di Sesi I, 480 Saham Melesat
-
Pengendali Borong 4,49 Miliar Saham BUKA, Rogoh Kocek Rp674 Miliar
-
File APK Berkedok Undangan Kuras Rekening di Batang, Pakar: Nasabah Harus Lebih Awas
-
Viral Alumni LPDP Tolak Anak WNI, Purbaya: 20 Tahun Lagi Dia Nyesel!
-
Bank Mandiri Awali 2026 dengan Fundamental Solid, Perkuat Ekonomi Kerakyatan