Bisnis / Keuangan
Selasa, 24 Februari 2026 | 18:05 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • Menteri Koperasi menyatakan impor 105.000 pikap dari India oleh Agrinas bukan kewenangan kementeriannya.
  • Keputusan impor kendaraan untuk Koperasi Desa Merah Putih telah ditunda hingga Presiden kembali dari luar negeri.
  • Wakil Ketua DPR RI meminta penundaan impor tersebut, dan PT Agrinas Pangan Nusantara akan mematuhi instruksi pemerintah.

Suara.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantono buka suara terkait rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang akan mengimpor  105.000 unit pick-up dan truk dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih.

Ferry menyebut bahwa rencana pembelian kendaraan tersebut bukan kewenangan Kementerian Koperasi. 

"Kemarin sudah diputuskan, itu bukan wewenangnya Kementerian Koperasi," ujarnya, saat ditemui wartawan di Jakarta pada Selasa (24/2/2026). 

Mahindra Scorpio (Mahindra Indonesia)

Dia pun menyebut bahwa pembelian kendaraan untuk kebutuhan koperasi desa itu telah diputuskan ditunda.  "Jadi sudah diputuskan ditunda sampai menunggu Pak Presiden datang," kata Ferry. 

Sebagaimana diketahui, rencana Agrinas membeli 105.000 unit kendaraan tersebut dari India  menuai kritikan dari sejumlah pihak. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bahkan telah berkirim surat ke pemerintah meminta agar rencana tersebut ditunda. 

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri. Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut," imbuhnya.

Merespons pernyataan Dasco, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa pihaknya akan mematuhi serta mengikuti seluruh instruksi dari pemerintah maupun DPR.

"Kami ikutin, manut saja. Apapun pun keputusannya. Kami yang penting bekerja saja untuk negeri dan masyarakat," tegas Joao.

Baca Juga: Dasco Hadang Impor 105 Ribu Mobil India, Pengamat: Selamatkan Buruh Otomotif dari PHK

Load More