- Pemerintah mengalokasikan dana Rp 90 triliun dari dana desa untuk pembangunan 30.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
- Hingga Februari 2026, 30.000 KDMP telah terbentuk, dan target 50.000 gerai diharapkan selesai Agustus 2026.
- Tujuan program ini adalah menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan melalui investasi produktif dan penguatan ekonomi lokal.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Pemerintah akan menggelontorkan Rp 90 triliun untuk pembangunan 30.000 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih atau KDMP).
Menkeu Purbaya menyebut per 20 Februari 2026, telah terbentuk 30.000 Kopdes dan 24.186 gerai dalam proses pembangunan. Lalu hingga Agustus 2026, Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 50.000 gerai.
"Ke depan Pemerintah menargetkan penyelesaian 30.000 gerai hingga Maret 2026 dan tambah 50.000 gerai hingga Agustus 2026," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Purbaya menjelaskan kalau pembangunan itu memerlukan dukungan berupa capital expenditure (capex atau biaya pembangunan) sebesar Rp 90 triliun di kuartal pertama 2026 yang diambil dari dana desa.
Menurutnya, Pemerintah ingin mendorong desa sebagai pusat pertumbuhan baru dengan menjadikan dana desa tidak sekedar sebagai belanja rutin, melainkan sebagai instrumen investasi dengan capital expenditure yang produktif dan berkelanjutan.
"Program ini juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa, memperpendek rantai distribusi agar harga lebih terjangkau, sekaligus membuka lapangan kerja serta mendukung pengentasan kemiskinan," lanjutnya.
Purbaya berharap program Kopdes Merah Putih dapat menjadi pengungkit investasi desa dan akselerator pertumbuhan ekonomi nasional dari level akar rumput.
Diketahui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi merombak arah penggunaan Dana Desa di tahun 2026. Lewat regulasi teranyar, pemerintah mewajibkan mayoritas anggaran desa dialokasikan ke program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 7/2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Aturan yang diteken 12 Februari 2026 ini secara khusus memplot 58,03% atau senilai Rp 34,57 triliun dari total pagu Dana Desa yang sebesar Rp60,57 triliun untuk implementasi Kopdes Merah Putih (KDMP).
Baca Juga: Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes
"Penyesuaian alokasi sebagai akibat dari kebijakan pemerintah dalam rangka mendukung implementasi KDMP dihitung sebesar 58,03% dari pagu Dana Desa setiap desa atau sebesar Rp 34.570.000.000.000," bunyi Pasal 15 ayat 3 aturan tersebut, dikutip Senin (16/2/2026).
Dengan porsi "raksasa" untuk koperasi, Dana Desa reguler kini menyisakan anggaran sebesar Rp 26 triliun. Pemerintah mengarahkan penggunaan dana KDMP ini secara spesifik untuk pembangunan fisik, mulai dari gerai, pergudangan, hingga kelengkapan operasional koperasi di pelosok tanah air.
Berita Terkait
-
Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes
-
Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
Impor Mobil India Tanpa Jaringan Purnajual Berpotensi Jadi Besi Tua di Desa-Desa
-
Imbas Polemik Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Sebut 600 Awardee Tengah Diselidiki
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar
-
ESDM Bersiap Implementasi B50 pada 1 Juni, Jamin Tak Ganggu Stabilitas Industri Sawit
-
ESDM Segel Perusahaan Pengolahan BBM di Banten, Gali Unsur Pidana
-
Ekonomi Digital RI Diproyeksi Tembus Rp 5.500 Triliun, Tapi UMKM Masih Kurang Dana
-
Saham Konglomerasi Jadi Incaran Investor Asing Lakukan Aksi Jual Rp 1,88 Triliun Hari Ini
-
Buruh Indomaret Tuntut Upah Lembur Dibayar Penuh, Begini Respon Menaker
-
Emiten MDLA Mulai Ekspansi, Cari Cuan Bisnis Healthcare di Kamboja
-
Kuota Program Magang Nasional Ditambah Jadi 150.000, Fresh Graduated Punya Kesempatan Kerja
-
Penulis Buku Dapat Insentif Pajak, Purbaya: Mencerdaskan Kehidupan Bangsa