Bisnis / Inspiratif
Rabu, 25 Februari 2026 | 07:35 WIB
Vice President INDODAX, Antony Kusuma [Suara.com]
Baca 10 detik
  • INDODAX menyelenggarakan program CSR "Berkah Ramadan 2026" pada 21 hingga 27 Februari 2026 di wilayah Jabodetabek.
  • Kegiatan ini fokus membantu lansia, dhuafa, dan membenahi fasilitas rumah ibadah melalui berbagai bantuan konkret.
  • Bantuan meliputi penyediaan fasilitas belajar, pembagian ratusan paket sembako, serta dukungan perlengkapan ibadah.

Suara.com - Platform kripto INDODAX menyelenggarakan rangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

Program bertajuk “Berkah Ramadan 2026: Rangkai Ramadan, Rajut Kebaikan Bersama Indodax” ini dilaksanakan mulai 21 hingga 27 Februari 2026.

Kegiatan ini difokuskan di beberapa titik di wilayah Jabodetabek dengan sasaran kelompok lanjut usia (lansia), masyarakat dhuafa, serta pembenahan fasilitas rumah ibadah.

Dalam pelaksanaannya, platform kripto ini bekerja sama dengan yayasan sosial Ayobantu dan Sekolah Relawan. Acara dimulai secara resmi pada Sabtu (21/02) di TBM Kolong Ciputat. Pada tahap awal, bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan fasilitas belajar, seperti:

  • Rak buku dan paket buku bacaan.
  • Meja lipat, papan tulis portabel, dan alas duduk.
  • 100 paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak yang tidak menempuh jalur pendidikan formal.

Langkah ini diambil untuk mendukung literasi dan akses edukasi bagi anak-anak di lingkungan yang membutuhkan.

Selain sektor pendidikan, INDODAX juga menyasar kebutuhan pokok masyarakat selama bulan puasa.

Rangkaian kegiatan meliputi pembagian ratusan paket sembako serta hidangan berbuka (takjil) di lokasi-lokasi seperti Kampung Pemulung Pinang Ranti, Kemang, dan Kampung Nelayan Cilincing.

Ada pula agenda belanja bersama anak yatim dan lansia di Pasar Jonggol untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan pangan harian.

Sementara itu, untuk mendukung kelancaran ibadah, penyaluran perlengkapan penunjang aktivitas masjid dilakukan di wilayah Depok, Pondok Rajeg, Setiabudi, hingga Kebayoran Lama.

Baca Juga: Di Balik War Takjil: Ada Mesin Ekonomi Rakyat yang Bergerak Tanpa Henti

Antony Kusuma, selaku Vice President INDODAX, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan upaya platform untuk memberikan kontribusi yang lebih nyata di luar layanan digital.

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri teknologi dan aset digital, pihaknya ingin memastikan pertumbuhan ekonomi digital juga dibarengi dengan kepedulian sosial yang inklusif.

"Kami ingin kehadiran kami tidak hanya dirasakan melalui layanan digital, tetapi juga lewat aksi nyata di kehidupan sehari-hari. Langkah ini adalah bagian dari komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelas Antony.

Load More