- Riset LPEM FEB UI menunjukkan platform P2P lending AdaKami berkontribusi Rp 6,95 T hingga Rp 10,96 T terhadap PDB.
- Kontribusi PDB dihasilkan melalui efek berganda dari penyaluran pinjaman yang meningkatkan konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi.
- Penyaluran pinjaman juga membuka 47-78 ribu kesempatan kerja baru dan menjadi penyangga bagi konsumsi rumah tangga.
Usaha mikro dan perorangan
Selain untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, pendanaan AdaKami juga dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha mikro dan perorangan. Hasil survei menunjukkan bahwa 53,1% pengguna yang memanfaatkan pinjaman untuk keperluan usaha menggunakan pembiayaan untuk menambah stok barang, sementara 28,1% responden menyebutkan terjadi peningkatan omzet usaha.
Temuan dari wawancara mendalam (in-depth interview) juga menunjukkan bahwa pembiayaan AdaKami membantu pelaku usaha meningkatkan skala usaha secara bertahap, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi dan aktivitas penjualan.
Adapun sektor usaha utama yang memanfaatkan pendanaan meliputi perdagangan (53,1%), penyediaan akomodasi dan makan minum (18,8%), serta pertanian (18,8%), yang merupakan sektor-sektor di sekitar aktivitas ekonomi masyarakat dan berperan penting dalam perputaran ekonomi lokal.
Sementara itu Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy mengatakan bahwa AdaKami sebagai platform pinjaman daring terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Kami percaya bahwa akses pembiayaan yang inklusif dan dikelola secara prudent serta bertanggung jawab dapat membawa manfaat yang luas bagi masyarakat," jelasnya.
Berita Terkait
-
Kontribusi Rp 710 Triliun ke PDB, Industri Hasil Tembakau Minta Kebijakan Lebih Adil
-
Samsung Rilis Bixby Terbaru di One UI 8.5: Lebih Natural, Cari Info Real-Time Tanpa Buka Browser
-
Bocoran Samsung One UI 9, Hadirkan Fitur Ask AI Berbasis Android 17
-
Akademisi UI: Keterlibatan Indonesia di BOP Mengkhianati Prinsip Bebas Aktif dan Bung Karno!
-
Kemenkeu Dukung Proyek Kapal Riset BRIN lewat Skema KPBU
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas
-
BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah
-
19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum
-
Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok
-
Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual
-
Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket