- Kemenkeu melalui PT PII mendukung KPBU Pengelolaan Armada Kapal Riset Nasional dengan fasilitas Project Development Facility (PDF).
- BRIN mengadakan Market Sounding untuk menarik mitra potensial, mengukur minat, dan kelayakan pasar sebelum tahap Business Case.
- Proyek ini mencakup pembangunan satu kapal riset samudera dan pengelolaan dua kapal lain selama 20 tahun skema DBFOMT.
Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII memberikan dukungan Project Development Facility (PDF) untuk Proyek Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pengelolaan dan Pembangunan Armada Kapal Riset Nasional.
Salah satu komitmen PT PII dalam dukungan ini adalah partisipasinya dalam Market Sounding yang dilaksanakan oleh BRIN sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK).
Market Sounding ini bertujuan memperkenalkan proyek kepada calon mitra potensial dari industri, mendapatkan masukan, minat dan tanggapan terhadap Proyek dari pemangku kepentingan dan pelaku industri yang berpengalaman serta mengukur tingkat minat dan kelayakan pasar sebelum masuk tahap Dokumen Business Case Akhir.
Kepala BRIN, Arif Satria menyampaikan bahwa proyek KPBU Kapal Riset ini merupakan suatu komitmen dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tercapainya tujuan pembangunan nasional.
Selain itu, proyek KPBU Kapal Riset ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan sinergi Riset Nasional.
"Tujuan strategis ini belum dapat dijawab dengan kondisi existing kapal riset di BRIN yang masih terdapat keterbatasan. Dengan demand riset yang tinggi, keterbatasan kapal riset BRIN serta tingginya biaya riset memperlihatkan bahwa pembiayaan kreatif khususnya KPBU dalam Pengelolaan dan Pembangunan Armada Kapal Riset ini menjadi jawaban atas kebutuhan strategis tersebut. Proyek ini perlu didukung melalui skema yang prudent, dan memberi kenyamanan kepada para investor," paparnya, dikutip dari siaran pers, Jumat (20/2/2026).
Arif menerangkan, kapal riset ini dirancang sebagai multi purpose research vessel canggih di Indonesia, dilengkapi ROV dan peralatan riset portabel yang dapat dikonfigurasi untuk mendukung empat tema riset prioritas BRIN secara komprehensif dan sesuai standar internasional.
Adapun lingkup proyek KPBU Kapal Riset dengan skema Design Build Finance Operate Maintain Transfer (DBFOMT) mencakup pembangunan dan pengelolaan satu kapal riset samudera dan pengelolaan dua kapal riset yang sedang dalam proses pengadaan melalui Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) dengan masa konsesi selama 20 tahun, termasuk dengan pelaksanaan konstruksi.
Sementara itu Deputi Direktur Bidang I PT PII, Tanti Hidayati menyampaikan bahwa melalui fasilitas Project Development Facility (PDF) yang diberikan oleh Kementerian Keuangan melalui PT PII, adalah komitmen untuk melaksanakan pendampingan pada setiap tahapan KPBU.
Baca Juga: Kemenkeu Kantongi Rp 40 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara
Menurutnya, pelaksanaan fasilitas PDF ini menjadi suatu langkah penting yang diharapkan dapat membantu BRIN selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK) untuk mendapatkan mitra Badan Usaha Pelaksana yang tepat.
"Market Sounding ini dilakukan secara terbuka dan informasi yang kita sampaikan juga dapat diakses oleh semua peserta secara equal, sehingga setiap investor memiliki peluang yang sama untuk memberikan dukungan pada proyek ini. Kami berharap dari market sounding ini semakin banyak calon investor ikut serta dalam proses pengadaan proyek," kata Tanti.
Lebih lanjut Tanti juga menambahkan bahwa selain pendampingan dan penyiapan transaksi, pihaknya juga siap berkomitmen mendukung keberhasilan proyek dengan penyediaan penjaminan pemerintah sesuai mandat PT PII.
“Sesuai dengan mandat kami, PT PII siap untuk memberikan penjaminan proyek KPBU Kapal Riset dalam upaya mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, dan mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Selain itu, kami berharap sinergi antara PT PII dengan BRIN semakin kuat dan proyek ini dapat berjalan lancar, sukses menjadi pilot project KPBU di sektor infrastruktur ilmu pengetahuan atau riset pertama yang kami dukung," jelasnya.
Berita Terkait
-
Kemenkeu Kantongi Rp 40 Triliun dari Lelang Surat Utang Negara
-
Endus Gratifikasi Mobil Alphard Pejabat Kemenkeu, Purbaya Akan Hubungi KPK
-
Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Wamenkeu Minta Penerima Kredit Ultra Mikro Surakarta Ditambah, Baru Ada 25 Ribu Orang
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program
-
Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan
-
Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur
-
OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI
-
Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung
-
Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG
-
Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel
-
Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan
-
BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur
-
Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN