Suara.com - Dunia penerbangan internasional kembali diguncang oleh eskalasi di Timur Tengah. Menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, wilayah udara Qatar resmi ditutup demi alasan keamanan sipil.
Akibatnya, maskapai kebanggaan negara tersebut, Qatar Airways, mengumumkan penghentian sementara seluruh aktivitas penerbangan dari dan menuju Doha per Sabtu (28/2/2026).
Langkah preventif ini diambil di saat Qatar Airways berada di puncak performa bisnisnya. Namun, di balik keputusan "parkir" sementara ini, banyak publik bertanya-tanya: siapa sebenarnya kekuatan besar yang mengendalikan maskapai terbaik dunia ini?
Qatar Airways didirikan pada 22 November 1993 dan resmi mengudara pada Januari 1994. Pada masa awal berdirinya, maskapai ini sepenuhnya dikuasai oleh anggota keluarga kerajaan Qatar.
Transformasi besar terjadi pada April 1997 saat manajemen baru mengambil alih. Saat ini, komposisi kepemilikan Qatar Airways terbagi secara adil:
50 Persen: Milik Pemerintah Qatar.
50 Persen: Milik investor swasta.
Model kepemilikan ini terbukti sukses membawa Qatar Airways bertransformasi dari maskapai regional kecil menjadi raksasa global yang menghubungkan lebih dari 100 destinasi internasional.
CEO Qatar Airways
Jika ada satu nama yang paling identik dengan kesuksesan Qatar Airways, ia adalah Akbar Al Baker. Menjabat sebagai CEO sejak 1997, Al Baker adalah otak yang mengubah maskapai yang awalnya hanya memiliki 4 pesawat menjadi armada tempur udara dengan lebih dari 200 unit pesawat modern.
Baca Juga: FIFA Mulai Was-was dengan Perang AS vs Iran, Klausul Darurat Piala Dunia 2026 Bakal Diaktifkan?
Profil Singkat Al Baker:
Latar Belakang: Lulusan Ekonomi dan Perdagangan dari Sydenham College, Mumbai.
Karier: Mantan pejabat di Direktorat Penerbangan Sipil Qatar dan memegang lisensi pilot pribadi.
Visi: Menjadi penggerak utama pembangunan Bandara Internasional Hamad (HIA) yang dibuka pada 2014 untuk menggantikan Bandara Doha yang lama.
Gelar Kehormatan: Penerima Legion of Honor dari Prancis (2015) dan pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Gubernur IATA (2017).
Al Baker dikenal sebagai sosok yang tanpa kompromi dan sangat vokal. Di bawah kepemimpinannya, ia memperkenalkan inovasi double bed pertama di kelas bisnis pada tahun 2017, sebuah langkah yang mengukuhkan posisi Qatar Airways sebagai maskapai premium nomor satu.
Berita Terkait
-
Iran Tantang Donald Trump: Siap 'Sambut' Militer AS di Selat Hormuz
-
AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran
-
Bocah Iran Marah Lihat Messi Haha Hihi Ketemu Trump, Buang Jersey Inter Miami ke Tong Sampah
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
BBM Aman 20 Hari ke Depan, Yakin Nggak Panik saat Mudik Nanti?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Berkas Perkara Taufik Hidayat Resmi Masuk Kejati Jabar
-
Dirut Pindad Beri Bocoran Motor Listrik Prabowo: Diluncurkan 13 Agustus
-
7 Cara Ampuh Menghilangkan Luka Bekas Knalpot, Jangan Tunggu sampai Menghitam
-
Jung Ho Yeon Susul Ryu Jun Yeol Dilirik Bintangi Serial Netflix 'Outback'
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?