- Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta dukungan penuh Rusia kepada Putin untuk membela hak Iran dari gempuran AS dan Israel.
- Perwakilan Iran di PBB menegaskan tindakan balasan Iran adalah pembelaan diri sah sesuai Pasal 51 Piagam PBB.
- Konflik memanas setelah serangan AS-Israel pada 28 Februari yang mengakibatkan korban sipil dan kematian Pemimpin Tertinggi Iran.
Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin memanas. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara resmi meminta dukungan penuh dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk membela hak-hak sah Teheran di tengah gempuran militer Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dalam percakapan telepon yang krusial tersebut, Pezeshkian menekankan pentingnya peran Moskow sebagai sekutu strategis di panggung diplomasi global.
“Iran berharap Rusia menggunakan potensinya di arena internasional untuk mendukung hak-hak sah rakyat Iran di tengah serangan yang sedang berlangsung oleh Amerika Serikat dan Israel,” tegas Pezeshkian sebagaimana dirilis oleh layanan pers kepresidenan Iran dikutip Sabtu (7/3/2026).
Selain membahas tekanan blok Barat, Pezeshkian juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menepis isu miring yang beredar. Ia membantah keras klaim yang menuduh Teheran melakukan serangan terhadap Azerbaijan, di tengah situasi kawasan yang kian rapuh.
Nada perlawanan serupa juga menggema di Markas Besar PBB, New York. Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyatakan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan perlawanan selama agresi militer belum dihentikan.
Iravani menegaskan bahwa tindakan Iran adalah bentuk pertahanan diri yang diatur dalam hukum internasional.
“Kami terus menjalankan hak melekat untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga agresi dan serangan barbar ini berhenti. Respons kami sah, perlu, dan proporsional,” kata Iravani kepada awak media.
Ia juga mengklarifikasi bahwa operasi militer Teheran dijalankan dengan presisi tinggi dan hanya menyasar target militer sebagai bentuk balasan atas agresi yang mengancam kedaulatan Iran.
Konflik yang Kian Membara
Baca Juga: Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
Ketegangan ini memuncak setelah serangan masif yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Serangan tersebut menghantam sejumlah titik vital di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil.
Situasi semakin genting menyusul kabar gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan tersebut. Sebagai respons balasan, Iran langsung meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di Timur Tengah sebagai upaya perlindungan kedaulatan nasional. (Antara)
Berita Terkait
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Pakar Tuding Ada Kepentingan Terselubung dari Lionel Messi Usai Bertemu Trump, Apa Itu?
-
Beda Maradona dengan Lionel Messi! La Pulga Torehkan Noda Hitam Usai Bertemu Trump
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan