- Garda Revolusi Iran menantang rencana AS mengawal tanker minyak di Selat Hormuz, mengingatkan ancaman serangan historis.
- Militer Iran menyatakan tidak menutup resmi Selat Hormuz, namun keamanan kapal menjadi tanggung jawab pemilik kapal sendiri.
- Kapal induk USS Gerald Ford AS bergerak menuju Laut Merah sebagai respons atas meningkatnya ketegangan kawasan tersebut.
Suara.com - Situasi di Selat Hormuz kian memanas setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan tantangan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Melalui media pemerintah pada Jumat (6/3/2026), Teheran menanggapi pernyataan Trump yang berencana mengerahkan Angkatan Laut AS untuk mengawal tanker minyak melalui jalur vital tersebut.
Juru bicara IRGC, Alimohammad Naini, menyatakan bahwa pihaknya justru "sangat menyambut" kehadiran pasukan AS di Selat Hormuz. Namun, sambutan ini bernada ancaman serius bagi armada Paman Sam.
Naini memperingatkan Washington agar meninjau kembali catatan sejarah sebelum mengambil keputusan gegabah. Ia merujuk pada insiden terbakarnya supertanker Amerika, Bridgeton, pada tahun 1987 serta sejumlah kapal tanker yang baru-baru ini menjadi target serangan.
"Kami merekomendasikan agar orang-orang Amerika mengingat kembali api yang melalap Bridgeton dan kapal-kapal yang menjadi target akhir-akhir ini," tegas Naini, dikutip via AlJazeera.
Sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran dimulai pada hari Sabtu lalu, sedikitnya sembilan kapal telah menjadi sasaran serangan.
RGC sendiri telah mengeluarkan instruksi agar kapal-kapal tidak melintasi perairan strategis tersebut demi alasan keamanan.
Selat Hormuz Tidak Ditutup Tapi 'Mematikan'
Meskipun lalu lintas kapal menurun drastis, pihak militer Iran mengklarifikasi bahwa mereka tidak berencana menutup rute maritim tersebut secara resmi. Penurunan trafik murni disebabkan oleh bahaya nyata dari perang yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Jika Ini Terjadi, Purbaya Akui Harga BBM Subsidi Bisa Naik
Berikut adalah poin-poin utama dari kebijakan maritim Iran saat ini:
- Tanggung Jawab Keamanan: Iran tidak akan menghalangi kapal yang ingin melintas, namun keamanan kapal tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pemilik kapal.
- Target Militer: Iran secara tegas menyatakan akan menargetkan setiap kapal milik Amerika Serikat atau "entitas Zionis" (Israel) yang mencoba menerobos Selat Hormuz.
Update Penerbangan Qatar: Hanya untuk Evakuasi
Kabar terbaru datang dari Otoritas Penerbangan Sipil Qatar mengenai pembukaan kembali sebagian "lalu lintas navigasi udara". Namun, ini bukan berarti situasi telah kembali normal.
Otoritas menekankan bahwa fase ini hanya diperuntukkan bagi:
Penerbangan Evakuasi: Khusus untuk memulangkan penumpang yang terjebak.
Penerbangan Kargo: Untuk menjamin ketersediaan layanan esensial dan logistik di kawasan.
Tag
Berita Terkait
-
AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran
-
Bocah Iran Marah Lihat Messi Haha Hihi Ketemu Trump, Buang Jersey Inter Miami ke Tong Sampah
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
BBM Aman 20 Hari ke Depan, Yakin Nggak Panik saat Mudik Nanti?
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Anne Hathaway Ucapkan Insya Allah Saat Bahas Sekuel The Devil Wears Prada 2
-
Komnas Perempuan: UU PPRT Bongkar Akar Diskriminasi Kerja Domestik
-
Tragis! Suami Tewas Dipalu Istri Usai Cekcok Rumah Tangga di Vietnam
-
Modus 'Plotting' Pegawai dan Pengondisian Lelang: KPK Bongkar Peran Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV
-
Sebut Standar Perlindungan PRT Dalam dan LN Kini Setara, Legislator Nasdem: Kemenangan Kemanusiaan
-
AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg
-
Inggris dan Prancis akan Gelar Pertemuan Militer 20 Negara, Bahas Strategi Buka Kembali Selat Hormuz
-
Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz