Suara.com - Hanya dalam waktu empat hari atau 100 jam sejak dimulainya "Operation Epic Fury" yang menjadi operasi militer Amerika Serikat untuk membantu Israel melawan Iran, Amerika Serikat harus merogoh kocek sangat dalam.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Anadolu, total biaya yang dikeluarkan Negeri Paman Sam tersebut telah mencapai sedikitnya $5,82 miliar (sekitar Rp91,5 triliun).
Angka fantastis ini setara dengan 0,69% dari seluruh anggaran pertahanan AS tahun 2026. Biaya tersebut mencakup pengeluaran operasional harian serta nilai aset militer yang hancur akibat serangan balasan Iran maupun insiden teknis di lapangan.
Rincian Kerugian Aset Militer: Radar Rp17 Triliun Hancur
Penyumbang terbesar dari total kerugian AS bukanlah jet tempur, melainkan sistem peringatan dini yang sangat canggih. Berikut adalah daftar aset AS yang dilaporkan hancur atau rusak merujuk pada laporan Middle East Monitor:
- Sistem Radar AN/FPS-132 ($1,1 Miliar): Terletak di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Radar ini terkena rudal Iran pada hari Sabtu, menjadikannya kerugian tunggal terbesar bagi AS.
- 3 Jet Tempur F-15E Strike Eagle ($282 Juta): Ketiga pesawat ini hancur pada hari Minggu akibat insiden tragis friendly fire (tembakan kawan sendiri) dari sistem pertahanan udara Kuwait. Seluruh kru selamat, namun jet-jet mahal tersebut musnah.
- 3 Drone MQ-9 Reaper ($90 Juta): Drone pengintai dan penyerang ini berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran.
- Sistem Radar AN/TPY-2 (THAAD): Dua komponen radar dari sistem pertahanan rudal canggih ini dilaporkan hancur di
- Uni Emirat Arab (Al-Ruwais) dan Yordania (Pangkalan Udara Muwaffaq Salti). Masing-masing bernilai $500 juta.
- Terminal Satelit & Radome ($50 Juta): Serangan Iran ke markas Armada Kelima di Bahrain dan Camp Arifjan di Kuwait menghancurkan terminal SATCOM AN/GSC-52B serta beberapa kubah pelindung radar (radome).
Biaya Operasional: Amunisi Menguras Miliaran Dolar
Selain kehilangan perangkat keras, biaya untuk terus menjalankan mesin perang di Iran juga sangat menguras kantong. Menurut analisis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), pengeluaran amunisi adalah pos pengeluaran yang paling berat.
Pengeluaran Harian: AS menghabiskan rata-rata $779 juta per hari untuk biaya operasional.
Stok Amunisi: Diperkirakan butuh biaya $3,1 miliar hanya untuk mengisi kembali stok amunisi yang sudah ditembakkan selama 100 jam pertama. Angka ini bertambah sekitar $758,1 juta setiap hari.
Baca Juga: Jika Ini Terjadi, Purbaya Akui Harga BBM Subsidi Bisa Naik
Armada Laut: Kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford yang bersiaga di kawasan tersebut menelan biaya operasional sebesar $15 juta per hari.
Sistem pertahanan AS bekerja ekstra keras untuk membendung hujan rudal dari Iran. Data dari Payne Institute mencatat bahwa militer AS telah meluncurkan ratusan rudal pencegat (interceptor) yang harganya tidak murah:
180 Rudal Naval Interceptor (tipe SM-2, SM-3, dan SM-6).
90 Rudal Patriot (PAC-2 dan PAC-3).
40 Rudal Pencegat THAAD.
Penggunaan masif rudal pencegat ini menunjukkan betapa intensnya serangan balasan Iran, sekaligus memperingatkan bahwa perang berkepanjangan akan memberikan tekanan finansial yang sangat berat bagi anggaran domestik Amerika Serikat di tahun 2026 ini.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Bocah Iran Marah Lihat Messi Haha Hihi Ketemu Trump, Buang Jersey Inter Miami ke Tong Sampah
-
Pezeshkian Telepon Putin, Minta Rusia Mendukung Hak-hak Sah Rakyat Iran
-
BBM Aman 20 Hari ke Depan, Yakin Nggak Panik saat Mudik Nanti?
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
-
Pakar Tuding Ada Kepentingan Terselubung dari Lionel Messi Usai Bertemu Trump, Apa Itu?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan