Bisnis / Makro
Selasa, 17 Maret 2026 | 20:06 WIB
Potret Direktur Keuangan PLN sekaligus Ketua Umum Srikandi PLN, Sinthya Roesly (kedua dari kanan), saat meninjau kondisi dapur umum di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, pascabencana banjir. Sebagai figur pemimpin di PLN, ia ingin memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat (Dok: PLN)

Suara.com - PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan suportif bagi perempuan untuk berkarya dan berkontribusi dalam mendorong kemajuan sektor energi di Indonesia. Hal ini tercermin dalam momentum peringatan International Women’s Day yang digelar di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Psikolog sekaligus Guru Besar Tetap Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim, mengapresiasi upaya PLN dalam menciptakan lingkungan kerja yang women friendly, sehingga perempuan dapat berkembang secara profesional sekaligus menjalankan peran penting di keluarga.

“Lingkungan kerja yang mendukung dan support dari keluarga membuat perempuan lebih percaya diri, produktif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Rose Mini.

Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri, menuturkan bahwa momentum International Women’s Day menjadi pengingat pentingnya membuka ruang yang setara bagi perempuan untuk berkontribusi dan mengambil peran strategis, termasuk di sektor kelistrikan yang selama ini identik dengan dunia kerja yang didominasi laki-laki.

“Di sektor energi kelistrikan seperti di PLN, semakin banyak perempuan yang hadir sebagai profesional kompeten, memimpin tim, hingga mengelola proyek-proyek strategis yang mendukung penyediaan listrik andal bagi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan sektor energi di Indonesia,” ujar Arsyadany.

PLN sendiri terus menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendorong pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja, mulai dari program pengembangan kepemimpinan, mentoring, hingga ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya inovasi dari para pegawai perempuan.

“Kami ingin semakin banyak perempuan di PLN yang mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya. Ketika perempuan diberi ruang untuk bertumbuh, yang tumbuh bukan hanya dirinya, tetapi juga organisasi dan masa depan yang kita bangun bersama,” tutur Arsyadany.

Selain itu, PLN juga mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai program Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui inisiatif Community Development yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Beragam inisiatif telah dijalankan, mulai dari pengelolaan sampah, pemberdayaan perempuan, program Srikandi Movement yang berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan, hingga program Desa Siaga Bencana yang mendukung ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko perubahan iklim.

“PLN ingin memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, termasuk melalui peran aktif para Srikandi,” tutup Arsyadany.***

Baca Juga: Dirut PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Nasional Andal Sepanjang Idulfitri 1447 H

Load More