Suara.com - Ramadan selalu menghadirkan ruang untuk memaknai kembali perjalanan hidup—tentang perjuangan, kebersamaan, dan harapan yang tumbuh dari hal-hal sederhana. Nuansa itulah yang terasa dalam acara Iftar bertajuk “Lentera dalam Makna” yang digelar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di PNM Tower, Kuningan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Lebih dari sekadar buka puasa bersama media, kegiatan ini menjadi ruang berbagi kisah tentang bagaimana usaha kecil mampu menghadirkan perubahan besar, terutama bagi perempuan prasejahtera di berbagai daerah.
Melalui talkshow “Lentera Perempuan Berdaya: Ketika Usaha Kecil Menjadi Cahaya Besar”, dua nasabah PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) hadir membawa cerita yang lahir dari pengalaman nyata.
Sri Wahyuningsih, ibu rumah tangga asal Lampung dengan tiga anak, memulai perjalanan usahanya pada 2022 dengan suntikan modal PNM senilai Rp3 juta. Saat itu, tujuannya sederhana: memastikan anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang layak.
Dari dapur rumah, ia mulai menjual baso goreng atau basreng. Perlahan, usaha kecil ini berkembang berkat pendampingan dan pembinaan PNM. Bersama putri sulungnya yang kini duduk di kelas 2 SMA, Sri terus berinovasi dengan menambah produk tahu mercon.
Ia juga menanamkan nilai kemandirian kepada anak-anaknya dengan mengajak mereka belajar berjualan sejak dini. Putrinya turut memasarkan produk yang diposting melalui grup sekolah, bisa disebut sistem open pre-order agar mereka bisa memproduksi sesuai pesanan.
Usahanya tidak hanya menghidupi keluarga, namun turut menginspirasi lingkungan sekitar hingga Sri Wahyuningsih dipercaya menjadi Ketua Kelompok PNM Mekaar Lampung dengan 10 anggota.
Peran ini menjadikan semakin aktif membantu pemasaran produk anggota lain, mulai dari gorengan, sayur matang, hingga busana. Diskusi rutin dilakukan untuk mencari strategi agar dagangan lebih terserap pasar, bahkan membuka peluang bagi anggota yang ingin beralih jenis usaha. Baginya, pemberdayaan bukan tentang bersaing, melainkan tumbuh bersama.
Semangat serupa datang dari Tati Mulyani, Ketua Kelompok PNM Mekaar Sumedang yang memulai usaha sejak 2017 dengan modal awal yang sama, Rp3 juta dari PNM.
Baca Juga: Ramadan Madani, Maknai Harmoni: Dari Sabang ke Merauke, PNM Tebar Kebaikan Bagi Anak Yatim - Dhuafa
Sebagai orang tua tunggal, ia menjual sembako, makanan ringan, gas elpiji, dan berbagai kebutuhan rumah tangga demi menghidupi ketiga anaknya. Perjalanan panjang itu kini berbuah manis. Anak-anaknya telah mandiri dan bekerja, sementara ia mulai menikmati hasil kerja keras yang dulu dibangun dari usaha kecil.
“Kini pendapatan bisa digunakan sendiri untuk menyambut hari tua,” ujarnya. Dedikasi ini mengantarkannya memperoleh hadiah umroh dari PNM, menjadi simbol perjalanan panjang yang dilalui dengan ketekunan.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi kelompok rentan miskin hingga ekstrem miskin. Tahun ini menjadi penanda satu dekade program PNM Mekaar, yang berupaya mentransformasi harapan menjadi kemandirian ekonomi.
PNM mencatat jumlah nasabah Mekaar mencapai puluhan ribu kelompok, dengan sekitar 2,4 juta nasabah berhasil naik kelas menjadi nasabah BRI. Bersama BRI dan PT Pegadaian, layanan pemberdayaan kini menjangkau sekitar 16 juta masyarakat Indonesia.
Menurut Arief Mulyadi, dampak yang diharapkan bukan sekadar peningkatan pendapatan, melainkan terciptanya efek berantai yang memperkuat kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Dalam semangat berbagi Ramadan, PNM juga menyerahkan bantuan Rp30 juta kepada Yayasan Panti Rumah Azaki, panti disabilitas yang menaungi anak-anak berkebutuhan khusus. Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional seperti makan, perawatan, dan pendidikan.
Di tengah suasana Ramadan yang hangat, kisah-kisah seperti Sri dan Tati mengingatkan bahwa perubahan besar kerap berawal dari langkah kecil. Sebuah usaha rumahan, modal sederhana, dan pendampingan yang konsisten dapat menjadi lentera—menyalakan harapan, menjaga martabat, dan menerangi masa depan banyak keluarga.***
Berita Terkait
-
Ramadan Madani, Maknai Harmoni: Dari Sabang ke Merauke, PNM Tebar Kebaikan Bagi Anak Yatim - Dhuafa
-
PNM Hadirkan Cici Rosa, Bazar Ramadan Buka Akses Pasar Bagi Ribuan Nasabah
-
Kabar Terkini PNM Diambil Alih Negara, Danantara Jadi Penentu
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Menag Titipkan Harapan Ramadan 2026 untuk PNM, Dorong Kepedulian Sosial
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!
-
Mendagri Ungkap Anggaran Pemulihan Banjir Sumatra Capai Rp 100,1 Triliun
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Borong Perhiasan di Passion Jewelry, Nasabah BRI Bisa Dapat Cashback hingga Rp5 Juta!