Suara.com - PT PLN (Persero) menyiagakan sebanyak 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh penjuru negeri guna melayani pemudik kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada periode Idulfitri 1447 Hijriah. Kesiapsiagaan tersebut ditinjau langsung oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo saat mengecek SPKLU, salah satunya di Rest Area KM 43A, Tangerang, Banten, Senin (16/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk menyiagakan seluruh infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di jalur strategis beroperasi optimal dalam menghadapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran tahun ini.
“Kami all out mengupayakan seluruh SPKLU dalam posisi siap dan prima untuk melayani animo pemudik EV tahun ini. Dengan jaringan pengisian daya yang semakin luas, pengguna kendaraan listrik kini dapat melakukan perjalanan mudik jarak jauh dengan lebih nyaman dan tanpa kekhawatiran,” ujar Darmawan.
Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, penggunaan EV untuk perjalanan mudik tahun ini juga diproyeksikan meningkat signifikan. PLN memperkirakan lebih dari 23 ribu kendaraan listrik akan digunakan masyarakat untuk perjalanan mudik, meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun lalu.
Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, PLN bersama para mitra terus mempercepat pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di berbagai wilayah. Saat ini tercatat 4.769 unit SPKLU telah tersedia di 3.097 titik lokasi di seluruh Indonesia, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan tahun lalu.
“Saat ini rata-rata jarak antar-SPKLU sekitar 22 kilometer. Artinya, pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan karena infrastruktur pengisian telah tersedia secara luas,” tambah Darmawan.
Sementara itu, khusus di jalur mudik Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN menyiapkan 1.681 unit SPKLU di 994 titik lokasi yang tersebar di sepanjang rute perjalanan masyarakat. Dari jumlah tersebut, 284 unit SPKLU berada di 99 lokasi ruas jalan tol, sementara 1.203 unit lainnya tersebar di 777 lokasi jalur non-tol yang juga menjadi jalur utama perjalanan mudik.
Kesiapan infrastruktur tersebut turut didukung oleh lebih dari 5.000 personel siaga yang bertugas memastikan operasional SPKLU berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan layanan kepada pengguna kendaraan listrik selama periode mudik.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU Mobile yang disiagakan di sejumlah titik exit tol. Fasilitas ini disiapkan untuk membantu pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya darurat selama perjalanan.
Baca Juga: Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Pengemudi Tetap Fit
Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik, PLN juga menghadirkan dukungan layanan digital guna meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik melalui fitur _Electric Vehicle Digital Services_ (EVDS) yang terintegrasi dalam superapps PLN Mobile.
Melalui fitur Trip Planner, pengguna dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan sekaligus merencanakan pengisian daya secara lebih efisien. Selain itu, PLN juga menghadirkan fitur Antreev yang memungkinkan pengguna memantau antrean SPKLU secara real-time melalui skema Antreev Walk-in.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fitur Trip Planner dan AntreEV pada aplikasi PLN Mobile, sehingga perjalanan mudik dengan kendaraan listrik dapat direncanakan dengan lebih baik dan nyaman,” tutup Darmawan.
Tidak hanya itu, PLN juga makin memanjakan para pengguna kendaraan listrik melalui layanan pembayaran EV-TAP. Hingga saat ini, sebanyak 20 unit SPKLU di rest area yang tersebar sepanjang jalur mudik Trans Jawa telah dilengkapi dengan sistem pembayaran melalui kartu uang elektronik, sehingga proses pengisian daya kendaraan listrik makin mudah dan fleksibel.
Selain itu, pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan bantuan terkait pengisian daya juga dapat menghubungi layanan SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile maupun hotline WhatsApp 0877-71112-123 yang tersedia selama 24 jam.***
Berita Terkait
-
Lentera Perempuan Berdaya, Ketika Usaha Mikro Menyalakan Harapan: Dari Iftar Bersama PNM
-
Mendagri Minta Jajarannya Dukung Transformasi dan Arah Kebijakan Presiden
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Mendagri Minta Dukungan Parlemen Normalkan Anggaran TKD Provinsi Terdampak Bencana
-
Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra, Mendagri-BPS Bahas Dashboard Data Tunggal
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
MBMA Rombak Direksi, Eks GoTo hingga Veteran Tambang Masuk Jajaran Pimpinan
-
Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris
-
IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka
-
OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah
-
Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa
-
Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar
-
BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi
-
BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis
-
Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia