- Mendagri minta dukungan DPR normalkan anggaran TKD tiga provinsi terdampak bencana.
- Kemenkeu kucurkan Rp4,7 triliun ke BNPB untuk pemulihan pascabencana di Sumatra.
- Tito Karnavian tekankan validasi data BPS untuk percepatan pemulihan pascabencana Sumatra.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas)Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatra, Tito Karnavian, meminta dukungan parlemen untuk proses normalisasi anggaran Transfer ke Daerah atau TKD di tiga provinsi terdampak.
Tito menilai normalisasi TKD tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
“Kami memohon dukungan dari MPR dan DPR. Presiden telah menyampaikan agar transfer daerah di tiga provinsi terdampak bencana dikembalikan seperti pada tahun 2025. Hal ini akan memberikan dampak besar bagi pemulihan,” ujar Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Tito optimistis langkah normalisasi TKD mampu mempercepat pemulihan di wilayah terdampak. Anggaran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk melengkapi berbagai kebutuhan krusial, mulai dari pengadaan mebel hingga perbaikan infrastruktur publik dan perkantoran pemerintah yang rusak akibat bencana.
Di sisi lain, Tito mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengucurkan anggaran sebesar Rp4,7 triliun kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung proses pemulihan. Dana tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya dukungan pimpinan MPR RI dan DPR RI agar seluruh proses percepatan pemulihan dapat berjalan maksimal. Namun, Tito juga menekankan pentingnya akurasi data dari pemerintah daerah sebagai dasar penanganan komprehensif.
Ia meminta pemerintah daerah yang belum mengirimkan data kondisi wilayahnya agar segera melapor. Nantinya, data tersebut akan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) guna menjamin akuntabilitas.
“Mekanismenya adalah bottom-up, tergantung pada kecepatan Pemda. Saya terus memantau setiap minggu melalui rapat virtual. Setelah data masuk, validasi akan dilakukan oleh BPS untuk menghindari masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Secara umum, Tito menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana di 52 kabupaten/kota menunjukkan progres yang signifikan. Meski masih ada beberapa daerah yang memerlukan penanganan lanjutan, sebagian besar wilayah dilaporkan telah kembali ke kondisi normal.
Baca Juga: Kasatgas Tito: Pengungsi Berkurang Signifikan dan Roda Ekonomi Kembali Berputar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ambil Sampel Cari Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Sutrimo di Banyumas
-
Timnas Indonesia Bakal Turun dengan Kekuatan Penuh di FIFA ASEAN Cup, Negara Tetangga Was-was
-
2 Pilihan Kulkas Mini Polytron 50 Liter, Hemat Listrik dan Pas untuk Ruang Sempit
-
Hibah Rp800 Juta untuk DWP Tangsel Disorot, Dasar Hukum Pencairan Anggaran Dipertanyakan
-
The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan
-
12 Hari Hilang, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas dalam Sumur Berisi Kobra Jawa
-
BRI Perkuat Ekosistem UMKM Desa Brilian Hargobinangun Sleman
-
Dorong UMKM Tumbuh Berkelanjutan, BRI Peduli Perkuat Ekonomi Lokal Desa Brilian Hargobinangun
-
Revisi Buku Ajar atau Nasib Guru, Mana Prioritas Pendidikan Nasional?
-
Megawati Geram Disebut Oposisi: Buzzer Itu Goblok, Nggak Pernah Baca!