- Tren mengirim paket Lebaran internasional meningkat, terutama ke Malaysia dan Singapura, membawa produk khas Indonesia.
- Pengiriman paket internasional sukses membutuhkan pemahaman aturan barang serta kelengkapan dokumen untuk menghindari kendala bea cukai.
- Layanan INTERPACK Lion Parcel menjangkau lebih dari 50 negara, menawarkan ongkos kirim kompetitif untuk menjaga kehangatan Lebaran.
Suara.com - Perayaan Lebaran tak lagi selalu identik dengan kebersamaan secara fisik. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, semakin banyak keluarga yang harus merayakan Hari Raya terpisah jarak, termasuk dengan anggota keluarga yang tinggal di luar negeri.
Di tengah kondisi tersebut, muncul tren baru di masyarakat, yakni mengirim paket Lebaran ke luar negeri sebagai cara untuk tetap berbagi kebahagiaan dengan orang terdekat.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengungkapkan bahwa layanan pengiriman internasional semakin banyak dimanfaatkan, terutama saat momen Lebaran.
"Kami melihat masyarakat memanfaatkan layanan ekspedisi untuk mengirimkan paket kepada keluarga atau kerabat yang berada di luar negeri, termasuk pada momen Lebaran. Umumnya, paket tersebut berisi kebutuhan personal hingga berbagai produk dan makanan khas Indonesia yang ingin dibagikan kepada orang terdekat," ujar Kenny seperti dikutip, Rabu (18/3/2026).
Ia menyebut, Malaysia menjadi salah satu negara tujuan pengiriman paket dari Indonesia yang cukup tinggi, selain negara lain seperti Singapura.
Paket yang dikirim pun beragam, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga makanan khas Indonesia yang menjadi pengobat rindu bagi keluarga di perantauan.
Namun, pengiriman paket ke luar negeri memerlukan perhatian khusus agar barang dapat sampai dengan aman dan tepat waktu. Salah satunya dengan memahami aturan barang yang diperbolehkan di negara tujuan.
"Setiap negara memiliki ketentuan berbeda mengenai jenis barang yang dapat dikirim, contoh yang berpotensi tertahan yaitu herbal, kosmetik dalam bentuk cairan, dan obat-obatan tanpa dokumen pendukung. Dengan memahami aturan tersebut sejak awal, dapat meminimalisir risiko paket tertahan sehingga pengiriman berjalan lancar," kata Kenny.
Selain itu, kelengkapan dokumen juga menjadi faktor penting dalam proses pengiriman internasional. Dokumen seperti resi, formulir deklarasi barang, identitas penerima, hingga informasi nilai paket perlu dipastikan lengkap agar tidak terkendala di bea cukai.
Baca Juga: PT LAM Buka Lowongan Kerja Besar-besaran Usai Lebaran, Lulusan SMA/SMK Bisa Lamar
Pengiriman lebih awal juga dianjurkan agar paket dapat tiba sebelum Hari Raya, mengingat proses pengiriman internasional membutuhkan waktu lebih lama.
"Untuk pengiriman ke luar negeri, masyarakat dapat memanfaatkan layanan INTERPACK Lion Parcel yang saat ini sudah menjangkau lebih dari 50 negara di dunia, termasuk Malaysia dan Singapura dengan ongkir yang kompetitif, ke Malaysia mulai dari Rp42.500 dan Singapura mulai dari Rp37.500," jelas Kenny.
Selain itu, pengemasan yang aman serta penggunaan asuransi pengiriman juga disarankan untuk menjaga kondisi barang selama perjalanan.
Melalui tren ini, masyarakat tetap dapat menjaga kehangatan Lebaran meski terpisah jarak. Kiriman paket menjadi simbol perhatian dan kasih sayang yang mampu menjembatani rindu dengan keluarga di luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
Terkini
-
Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS
-
Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun
-
Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?
-
Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg
-
Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738
-
Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
-
IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI
-
Pertimbangkan Jual, Harga Buyback Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.514.000/Gram