Bisnis / Keuangan
Rabu, 18 Maret 2026 | 15:19 WIB
Ilustrasi Pengiriman Paket. [Dok Lion Parcel].
Baca 10 detik
  • Tren mengirim paket Lebaran internasional meningkat, terutama ke Malaysia dan Singapura, membawa produk khas Indonesia.
  • Pengiriman paket internasional sukses membutuhkan pemahaman aturan barang serta kelengkapan dokumen untuk menghindari kendala bea cukai.
  • Layanan INTERPACK Lion Parcel menjangkau lebih dari 50 negara, menawarkan ongkos kirim kompetitif untuk menjaga kehangatan Lebaran.

Suara.com - Perayaan Lebaran tak lagi selalu identik dengan kebersamaan secara fisik. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, semakin banyak keluarga yang harus merayakan Hari Raya terpisah jarak, termasuk dengan anggota keluarga yang tinggal di luar negeri.

Di tengah kondisi tersebut, muncul tren baru di masyarakat, yakni mengirim paket Lebaran ke luar negeri sebagai cara untuk tetap berbagi kebahagiaan dengan orang terdekat.

Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengungkapkan bahwa layanan pengiriman internasional semakin banyak dimanfaatkan, terutama saat momen Lebaran.

"Kami melihat masyarakat memanfaatkan layanan ekspedisi untuk mengirimkan paket kepada keluarga atau kerabat yang berada di luar negeri, termasuk pada momen Lebaran. Umumnya, paket tersebut berisi kebutuhan personal hingga berbagai produk dan makanan khas Indonesia yang ingin dibagikan kepada orang terdekat," ujar Kenny seperti dikutip, Rabu (18/3/2026).

Ilustrasi Kurir Mengantar Paket (Pexels/Polina Tankilevitch)

Ia menyebut, Malaysia menjadi salah satu negara tujuan pengiriman paket dari Indonesia yang cukup tinggi, selain negara lain seperti Singapura.

Paket yang dikirim pun beragam, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga makanan khas Indonesia yang menjadi pengobat rindu bagi keluarga di perantauan.

Namun, pengiriman paket ke luar negeri memerlukan perhatian khusus agar barang dapat sampai dengan aman dan tepat waktu. Salah satunya dengan memahami aturan barang yang diperbolehkan di negara tujuan.

"Setiap negara memiliki ketentuan berbeda mengenai jenis barang yang dapat dikirim, contoh yang berpotensi tertahan yaitu herbal, kosmetik dalam bentuk cairan, dan obat-obatan tanpa dokumen pendukung. Dengan memahami aturan tersebut sejak awal, dapat meminimalisir risiko paket tertahan sehingga pengiriman berjalan lancar," kata Kenny.

Selain itu, kelengkapan dokumen juga menjadi faktor penting dalam proses pengiriman internasional. Dokumen seperti resi, formulir deklarasi barang, identitas penerima, hingga informasi nilai paket perlu dipastikan lengkap agar tidak terkendala di bea cukai.

Baca Juga: PT LAM Buka Lowongan Kerja Besar-besaran Usai Lebaran, Lulusan SMA/SMK Bisa Lamar

Pengiriman lebih awal juga dianjurkan agar paket dapat tiba sebelum Hari Raya, mengingat proses pengiriman internasional membutuhkan waktu lebih lama.

"Untuk pengiriman ke luar negeri, masyarakat dapat memanfaatkan layanan INTERPACK Lion Parcel yang saat ini sudah menjangkau lebih dari 50 negara di dunia, termasuk Malaysia dan Singapura dengan ongkir yang kompetitif, ke Malaysia mulai dari Rp42.500 dan Singapura mulai dari Rp37.500," jelas Kenny.

Selain itu, pengemasan yang aman serta penggunaan asuransi pengiriman juga disarankan untuk menjaga kondisi barang selama perjalanan.

Melalui tren ini, masyarakat tetap dapat menjaga kehangatan Lebaran meski terpisah jarak. Kiriman paket menjadi simbol perhatian dan kasih sayang yang mampu menjembatani rindu dengan keluarga di luar negeri.

Load More