- Pembahasan menyajikan sepuluh metode praktis agar sisa gaji tetap cukup pasca-Lebaran tanpa perlu mengurangi gaya hidup drastis.
- Disarankan membuat anggaran ketat 50/30/20, memprioritaskan kebutuhan pokok, serta memotong pengeluaran sekunder tidak esensial.
- Tips mencakup mencari penghasilan tambahan, membangun dana darurat mini, serta merencanakan dana THR untuk tahun berikutnya.
Jualan preloved baju Lebaran di marketplace, jadi driver ojek online malam Minggu, atau buat konten “tips pasca mudik hemat” di TikTok.
Banyak yang berhasil tambah Rp1–2 juta ekstra dalam sebulan.
6. Bangun Tabungan Darurat Mini
Sisihkan minimal 10 persen gaji ke rekening terpisah (bukan tabungan biasa). Targetkan Rp500.000–Rp1 juta dalam 3 bulan.
Ini untuk jaga-jaga kalau ada keperluan mendadak seperti ban motor bocor atau anak sakit.
7. Bayar Cicilan atau Hutang Dulu
Jika ada cicilan motor/mobil atau pinjol yang jatuh tempo, lunasi sebagian dulu.
Bunga pinjol bisa “membunuh” gaji. Prioritaskan yang bunganya paling tinggi agar beban bulan depan lebih ringan.
8. Investasi Kecil yang Aman
Baca Juga: Libur Panjang, Posko THR Kemnaker Tetap Siaga Tangani Aduan Pekerja
Mulai dari reksa dana pasar uang atau emas digital di aplikasi Bibit atau Ajaib dengan Rp 50.000 saja per minggu.
Jangan langsung saham kalau masih trauma THR habis. Ini melatih disiplin dan memberi return kecil tapi pasti.
9. Catat Pengeluaran Harian dengan Disiplin
Setiap malam catat semua pengeluaran di notes atau Excel sederhana. Lihat pola: ternyata Rp300.000 habis untuk rokok dan es teh.
Kurangi bertahap. Setelah 2 minggu, Anda akan kaget melihat berapa banyak yang bisa dihemat.
10. Rencanakan THR Tahun Depan Sejak Sekarang
Sisihkan Rp50.000–Rp100.000 setiap bulan mulai sekarang untuk “tabungan THR 2027”.
Dengan 12 bulan, Anda sudah punya Rp 600.000–Rp 1,2 juta tanpa terasa. Tambah lagi dengan bonus kecil atau THR kecil-kecilan.
Mengelola sisa gaji setelah THR ludes karena mudik bukan tentang “menderita”, tapi tentang mengambil kendali. Mulai dari satu atau dua cara saja dulu—misalnya anggaran 50/30/20 dan catat pengeluaran harian—lalu tingkatkan pelan-pelan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik
-
Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia
-
Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok
-
Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu