- Mendag Busan menyatakan cuaca buruk, khususnya hujan berkepanjangan, dominan sebabkan gangguan distribusi cabai jelang Ramadan.
- Pemantauan SP2KP menunjukkan cabai rawit naik tipis, meskipun komoditas pangan lain relatif terkendali harganya.
- Pemerintah berkoordinasi dengan petani fokus melancarkan distribusi agar harga cabai, seperti cabai rawit tertinggi, stabil.
Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengungkapkan faktor cuaca menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai di sejumlah daerah menjelang Ramadan. Ia menyebut gangguan distribusi akibat hujan berkepanjangan lebih dominan dibanding masalah produksi.
Busan menjelaskan, pemerintah terus memantau harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Dari hasil pemantauan tersebut, sebagian besar komoditas masih terkendali, namun cabai rawit tercatat mengalami kenaikan tipis.
"Cabai merah, cabai yang lainnya di bawah HET. Cabai rawit naik dikit," ujar Busan di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ia menuturkan, kenaikan tersebut bukan karena produksi menurun. Menurutnya, hasil panen sebenarnya masih tersedia dalam jumlah cukup, tetapi proses pengiriman dari sentra produksi ke pasar terganggu oleh cuaca ekstrem.
"Iya, jadi kami sudah koordinasi dengan asosiasi petani karena hujannya terus-terusan ya," ungkapnya.
Busan menyebut hujan deras membuat distribusi cabai tidak berjalan optimal. Kondisi ini menyebabkan pasokan di pasar tertentu tersendat sehingga harga sempat naik.
"Sebenarnya panennya, produknya ada, banyak, cuman karena terganggu hujan sehingga distribusinya tidak berjalan dengan baik ya," ucap Busan.
Ia memastikan pemerintah telah berkoordinasi dengan petani maupun pelaku usaha untuk mengatasi persoalan tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan jalur distribusi kembali lancar agar harga segera stabil.
Selain faktor cuaca, sempat muncul kekhawatiran adanya gangguan lain seperti serangan penyakit tanaman. Namun Busan menegaskan hasil komunikasi dengan pelaku usaha menunjukkan cuaca tetap menjadi faktor paling dominan.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Pangan Nasional Cabai Rawit Merah Tembus Rp75 ribu
"Ya kami pastikan lagi, tapi yang pasti kemarin ketika kita kumpulkan dengan pelaku usaha sebenarnya lebih faktor ini, lebih faktor karena hujan, itu lebih mendominasi," pungkasnya.
Sebelumnya, harga cabai di pasaran masih tetap pedas menjelang bulan suci Ramadan pada Rabu (18/2/2026). Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Rabu (18/2/2026), harga cabai rawit merah kini tercatat Rp75.508 per kilogram.
Meski secara harian cabai rawit merah tercatat turun Rp265, posisinya masih jauh lebih tinggi dibanding pekan lalu. Pada Kamis (12/2/2026), harga cabai rawit masih berada di Rp68.781 per kilogram.
Artinya dalam sepekan harga melonjak signifikan dan tetap menjadi komoditas cabai termahal di pasar.
Kenaikan juga terlihat pada cabai merah keriting yang kini berada di Rp44.804 per kilogram. Jika dibanding pekan lalu yang tercatat Rp40.562 per kilogram, harga komoditas ini masih menunjukkan tren naik meski sempat mengalami koreksi harian.
Cabai merah besar ikut berada di level tinggi. Harga nasionalnya kini Rp39.244 per kilogram, lebih tinggi dibanding pekan lalu yang berada di Rp37.671 per kilogram. Kenaikan di kelompok cabai ini memperlihatkan tekanan harga bumbu dapur mulai terasa menjelang bulan puasa.
Berita Terkait
-
7 Contoh Kata-kata Undangan Buka Puasa Bersama, dari Formal hingga Santai
-
Siap-siap! Purbaya Pastikan THR ASN Rp 55 Triliun Cair Minggu Pertama Puasa
-
Juknis Pembelajaran Selama Ramadan dari Kemenag: Madrasah Tak Wajib Khatam Al Quran
-
Harga Daging Ayam Naik Jelang Ramadan, Ini Alasan Mendag
-
Tarawih: Hangatnya Malam Ramadan yang Penuh Makna
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
KPF: Eskalasi Demo Agustus Dipicu Kematian Affan Kurniawan yang Tak Segera Ditangani Polisi
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
Terkini
-
Siap-siap! Purbaya Pastikan THR ASN Rp 55 Triliun Cair Minggu Pertama Puasa
-
Harga Daging Ayam Naik Jelang Ramadan, Ini Alasan Mendag
-
LENSA Invoice Material Jadi Langkah Strategis Telkom Akses Perkuat Tata Kelola Digital
-
Sepanjang 2025, TJSL PLN Peduli Jangkau Lebih dari 700 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia
-
Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan
-
Klarifikasi Menkeu Purbaya usai Bea Cukai Sita Bantuan Bencana Sumatra dari Diaspora
-
Investor Serbu Pasar Saham, IHSG Terbang ke Level 8.300
-
Purbaya Kritik Bappenas soal Anggaran Banjir Sumatra: Diketok Sedikit Biar Kerja Lebih Cepat
-
Dana Tanggap Darurat Kemenpu Dialihkan dari Pos Anggaran, Begini Kata Menkeu
-
Purbaya Gelontorkan Rp 75 Triliun Pulihkan Banjir Sumatra, Cair Bertahap 3 Tahun