- Harga minyak mentah Brent dan WTI naik lebih dari 4 persen pada Selasa, setelah sebelumnya anjlok akibat klaim kemajuan negosiasi Iran.
- Kenaikan ini disebabkan kekhawatiran pasar terhadap risiko konflik berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
- Gangguan potensi produksi minyak dan distribusi, termasuk ancaman di Selat Hormuz, menjadi perhatian utama para pelaku pasar energi.
Suara.com - Harga minyak dunia kembali meroket pada perdagangan Selasa (Rabu Pagi Waktu Indonesia), setelah sempat anjlok tajam pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan perang Iran.
Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik lebih dari 4 persen ke level USD 104,49 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melonjak lebih dari 4 persen dan ditutup di USD 92,35 per barel.
Penguatan ini menjadi aksi rebound setelah pada Senin harga minyak tertekan cukup dalam. Brent tercatat sempat jatuh sekitar 11 persen ke kisaran USD 99 per barel, setelah sebelumnya menyentuh USD 112 pada akhir pekan lalu.
Penurunan tajam itu dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. Ia bahkan menyebut kedua negara telah melakukan diskusi 'sangat baik dan produktif' terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Trump juga menyatakan telah memerintahkan penundaan serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Pernyataan tersebut sempat menekan harga minyak sekaligus mendorong penguatan pasar saham global.
Namun, kenaikan kembali harga minyak pada Selasa mencerminkan sikap skeptis pelaku pasar terhadap klaim tersebut. Iran sebelumnya membantah adanya negosiasi dengan Washington.
Ekonom Senior Interactive Brokers, José Torres, menilai risiko konflik berkepanjangan masih menjadi kekhawatiran utama pasar energi.
"Terlepas dari euforia di Wall Street, harga minyak tetap jauh di atas titik terendahnya setelah Teheran membantah melakukan negosiasi apa pun dengan Washington," ujarnya.
Ia menambahkan, serangan berulang terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran akan gangguan produksi dan distribusi minyak.
Baca Juga: Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
Selain itu, potensi gangguan di Selat Hormuz juga menjadi perhatian besar. Jalur ini sebelumnya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global melalui laut, sebelum konflik memanas.
Media pemerintah Iran menyebut Teheran akan mengizinkan jalur aman di Selat Hormuz, namun tidak untuk kapal-kapal yang terkait dengan 'musuh-musuhnya'.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu