- Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) diproyeksikan mampu memproduksi hingga 2,15 juta ton ikan per tahun.
- Peningkatan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi desa sebesar 5,4 hingga 16,2 persen.
- Pada tahap pertama, pembangunan KNMP dimulai pada September 2025 di 65 desa atau kelurahan di 60 kabupaten/kota di 25 provinsi.
Suara.com - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) diproyeksikan mampu memproduksi hingga 2,15 juta ton ikan per tahun sehingga akan memperkuat sektor riil sekaligus meningkatkan ketahanan pangan berbasis kelautan.
Kepala Kantor Staf Presiden, Muhammad Qodari, mengungkapkan berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan per 25 Maret 2026, potensi produksi tersebut berasal dari pengembangan kampung nelayan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
"Program ini diproyeksikan mampu menghasilkan produksi perikanan hingga 2,15 juta ton per tahun, yang akan memperkuat sektor riil dan ketahanan pangan berbasis kelautan," ujar Qodari dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, peningkatan produksi ikan di tingkat lokal diperkirakan mencapai 10 hingga 30 persen. Peningkatan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi desa sebesar 5,4 hingga 16,2 persen.
"Bahkan, secara hitung-hitungan, setiap kenaikan produksi ikan sebesar 1 persen mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sebesar 0,54 persen," lanjutnya.
Hingga akhir Maret 2026, pemerintah melaporkan kemajuan pesat dalam pembangunan fisik KNMP.
Pada tahap pertama, pembangunan KNMP dimulai pada September 2025 di 65 desa atau kelurahan di 60 kabupaten/kota di 25 provinsi dengan anggaran sebesar Rp1,2 triliun. Hingga 30 Maret 2026, progres pembangunan tahap pertama telah mencapai 99,23 persen.
Dari target tersebut, sebanyak 61 lokasi telah selesai dibangun, sementara empat lokasi masih dalam proses penyelesaian, yakni di Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kabupaten Sumenep (Jawa Timur), serta Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Garut (Jawa Barat).
Baca Juga: Menteri KKP Targetkan 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih di 2026
Selanjutnya, pembangunan tahap kedua dimulai pada Desember 2025 di 35 desa atau kelurahan di 35 kabupaten/kota di 17 provinsi dengan alokasi anggaran Rp660,5 miliar. Hingga 30 Maret 2026, progres pembangunan tahap kedua mencapai 16,68 persen dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan lonjakan pembangunan pada 2026 dengan rencana pembangunan 1.000 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.
"Dengan model ini, setiap kampung nelayan tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari jaringan ekonomi yang saling mendukung," tambah Qodari.
Berita Terkait
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Dua Pekan Naik, Harga Ikan Asin Capai Rp60 Ribu per Kg
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Nelayan Terombang-ambing 15 Jam di Perairan Manokwari, Tim SAR Turun Tangan
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor